Komisi Fatwa Al Irsyad: Menggunakan Hak Pilih Dianjurkan oleh Banyak Ulama Ahlussunnah

JAKARTA (UMMAT Pos) — Komite Fatwa DPP Perhimpunan Al-Irsyad mengeluarkan fatwa hukum tentang partisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan anjuran menggunakan Hak Pilih bagi warga negara Indonesia.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Ummat Pos dijelaskan bahwa pada dasarnya sistim Demokrasi bukan berasal dari Islam dan kemudharatannya lebih besar daripada manfaatnya. Di dalamnya terdapat banyak hal-hal yang menyelisihi syariat, baik pada fondasinya maupun bangunannya.

Dalil yang dijadikan sebagai dasar bagi ormas ini dalam menyikapi masalah ini adalah kaidah yang berbunyiارْتِكَابُ أَخَفِّ الضَّرَرَيْن yang artinya “Menempuh kemudharatan yang lebih ringan dalam rangka menjauhi kemudharatan yang lebih besar”.

“Adapun berpartisipasi menggunakan hak pilih dalam pemilihan, maka hal ini dianjurkan oleh banyak ulama ahlussunnah,” tulis ketua Majelis Fatwa DPP Al Irsyad, Ust. Dr. Firanda Andirja.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa menggunakan hak pilih berdasarkan kaidah “Menempuh kemudharatan yang lebih ringan dalam rangka menjauhi kemudharatan yang lebih besar” hanya dimaksudkan untuk dan dalam rangka mengurangi keburukan-keburukan yang akan terjadi disebabkan sistim demokrasi. Dengan syarat kuatnya prasangka pemilih bahwa seseorang yang dipilih adalah orang yang paling memberikan maslahat yang dapat menolong manusia untuk kembali kepada Allah.

“Bagi kaum muslimin untuk mengikuti fatwa para ulama, karena mereka lebih matang keilmuannya, dan lebih mengetahui maslahat umum.”

Ormas ini juga menganjurkan kepada kaum muslimin baik yang menggunakan hak pilih atau yang tidak menggunakannya agar selalu bersatu dan menjaga ukhuwah islamiyah serta menjauhi perdebatan yang hanya melemahkan kaum muslimin.[fm]

PILIHAN REDAKSI