Tanggapi Aksi Nyanyi Sambil Sa’i Saat Umroh, Dubes Arab Saudi: Aksi Seperti Itu Tak Pantas dan Tak Boleh

JAKARTA (UMMAT Pos) — Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi menanggapi aksi menyanyikan lagu ya lal wathon saat ibadah sa’i yang dilakukan oleh jemaah umroh asal Indonesia. Menurutnya hal tersebut tidak pantas dan tidak boleh.

“Hal seperti itu sebenarnya tidak pantas dan tidak boleh. Kalau semua dibolehkan nyanyi lagu, kebangsaan atau syiar-syiar di luar ibadah, nanti semua orang melakukan hal yang sama dan menimbulkan kegaduhan,” ungkapnya sebagaimana diterjemahkan oleh Ustaz Fahmi Salim dari MIUMI saat menjawab pertanyaan wartawan di kediaman Dubes Arab Saudi di Jalan Teuku Umar, Menteng, Selasa, (27/2/2018).

Syekh Osama menambahkan bahwa hal yang sama pernah dilakukan oleh jemaah Syiah, di mana mereka melakukan unjuk rasa dan menyanyikan syiar-syiar agama mereka yang bukan bagian dari ibadah haji dan umroh.

Selayaknya, lanjut Syekh Osama, kegiatan yang dilakukan dalam rangkaian ibadah di tanah suci adalah dengan fokus beribadah, dzikir kepada Allah dan bukan untuk hal-hal lain di luar ibadah.

Meski demikian, Syekh Osama menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh jemaah tersebut kemungkinan karena ketidaktahuan mereka.

“Kita tidak mengatakan mereka bukan bagian dari ahlussunnah yang rusak akidahnya, tapi kami hanya mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang di masa selanjutnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel juga telah menerima protes dari Pemerintah Arab Saudi terkait aksi jamaah umrah Indonesia yang melantunkan ikrar Pancasila dan Nasyid Ya Lal Wathan ketika melakukan ibadah Sai.

Aksi itu muncul di situs unggah video, Youtube pada 24 Februari lalu. Duta Besar RI menyatakan sangat menyangkan terjadinya aksi yang dinilai tidak biasa di Masa atau tempat melakukan ibadah Sai yang dilakukan segelintir jamaah umrah Indonesia.[faisal]

 

PILIHAN REDAKSI