Mbak Sri, Pemotor Difabel yang Berkeliling Indonesia Ini Diundang Arab Saudi Naik Haji

YOGYAKARTA (UMMAT Pos) — Tak ingin menjadi beban bagi keluarga, Sri Lestari (44), Muslimah yang menderita lumpuh itu berusaha bangkit dari keterpurukan kondisinya. Pasca kecelakaan yang dialaminya lebih dari 10 tahun lalu, Mbak Sri begitu ia akrab disapa terus berjuang dengan keyakinan kondisinya tersebut bisa disembuhkan.

Namun ternyata hidupnya benar-benar berubah, kondisinya tak bisa dikembalikan seperti semula dan harus beraktivitas dengan menggunakan kursi roda. “Mosok ngemis, itu yang saya pikirkan pertama kali karena benar-benar tak bisa mendapat penghasilan sendiri, tak punya uang meski kemudian keinginan itu langsung saya sangkal sendiri. Beberapa tahun berpikir, saya nekat beli motor yang kemudian dimodifikasi, tujuan saya mengunjungi teman-teman sesama difabel yang mengalami keterpurukan seperti saya, agar bisa bangkit bergerak lagi,” ungkapnya ketika ditemui dalam acara Rindu Touring bareng Corsa Sabtu (030/3/2018).

Awalnya, ia tidak memiliki motor yang bisa dimodifikasi. Hingga akhirnya temannya membantu Sri dengan memberi uang Rp 6 juta. Uang tersebut lantas dibelikan motor kosong Rp 4 juta. Kemudian Rp 2 juta sisanya untuk biaya modifikasi menjadi roda tiga agar bisa digunakannya berkendara.

Tahun 2013 menjadi kali pertama Mbak Sri berkendara menunggangi motor. Dari situ, ia mulai ikut kegiatan touring hingga mendapat ada sponsor. Bahkan kemudian ada sponsor yang membuat motor khusus baginya yang sudah dimodifikasi. Ia pun semakin sering mengunjungi teman-temannya yang menderita lumpuh untuk bangkit.

“Dari motor itu saya beranikan diri, untuk touring,” katanya.

Rute Prambanan Malang bersama seorang teman dipilih untuk menjajal kemampuan berkendara sekaligus modifikasi motor di mana kursi roda bisa ditempatkan sedemikian rupa.

“Bersama teman-teman komunitas motor di Yogya sering mengunjungi teman-teman yang senasib,” ungkapnya.

Sri kini sering diajak untuk touring dan ada sponsor. Tetapi touringnya adalah untuk menyemangati memberi motivasi teman-temannya yang lumpuh.

Rute Sabang-Jakarta berhasil ditempuh dalam 36 hari untuk kemudian rute Manado-Makassar yang diselesaikan dalam 24 hari.

“Selama perjalanan banyak sekali teman-teman ditabel yang saya kunjungi dan ternyata mereka baru tahu orang lumpuh seperti saya bisa bergerak sejauh ini. Banyak yang temotivasi dan mau keluar rumah berusaha sehat dan bergerak paling tidak bisa bekerja menghidupi diri sendiri. Rasanya luar biasa sekali,” ungkapnya lagi.

“Saya diundang Kedubes Arab Saudi untuk naik haji dengan orang tua saya. Naik haji berangkat tahun ini. Ini anugerah terindah dalam hidup saya,” kata Sri, dengan penuh kebahagian.

 

Kisah perjalanan Mbak Sri itu kini menjadi penyemangat bagi teman-temannya. Meski lumpuh, dengan semangatnya ia keliling Indonesia untuk menyemangati teman-temannya yang senasib.

Usahanya untuk memberikan motivasi agar teman-temannya bangkit tak sia-sia. Banyak yang kemudian tersadar agar tidak hanya berdiam di rumah dan memulai aktivitas.

Berkat kegigihanya memberikan semangat, Sri Lestari akhirnya dihadiahi untuk naik haji oleh Pemerintah Kerjaan Arab Saudi. Ia mengaku mendapat undangan dari Kedubes Arab Saudi untuk naik haji bersama orang tuanya.

“Saya diundang Kedubes Arab Saudi untuk naik haji dengan orang tua saya. Naik haji berangkat tahun ini. Ini anugerah terindah dalam hidup saya,” kata Sri, dengan penuh kebahagian.

Hal ini disampaikannya saat berkumpul dengan komunitas motor di acara Corsa Platinum Experience di Bilik Kayu Heritage Resto, Timoho, Yogyakarta, Sabtu (3/3/2018).

Sebelum berangkat haji, Mbak Sri juga berangkat Umroh terlebih dahulu. Dia akan berangkat Umroh tanggal 10 bulan Maret 2018.

Saat touring, Sri mengaku tetap menaati aturan lalu lintas. Seperti surat-surat kendaraan dan SIM D, sudah ia miliki. Untuk bisa kuat dalam touring, dia juga harus menjaga kesehatan dengan olahraga dan menyiapkan mental agar kuat dalam perjalanan yang jauh. (fm)