Data kemenakertrans, Jumlah Tenaga Kerja Asing Asal Cina Membludak

JAKARTA (UMMAT Pos) — Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencatat jumlah tenaga kerja asing (TKA) hingga saat ini mencapai 126 ribu orang. Angka tersebut meningkat 69,85 persen dibandingkan akhir 2016 sebanyak 74.813 orang. Mayoritas pekerja tersebut berasal dari China.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menuturkan, selain berasal dari China, para pekerja asing juga banyak berasal dari Jepang, Amerika Serikat, dan Singapura.

Kendati jumlahnya melesat, pemerintah masih berkeinginan untuk mempermudah izin masuk bagi TKA profesional yang masih dibutuhkan di sektor-sektor tertentu. Kemudahan tersebut diberikan guna menciptakan birokrasi ketenagakerjaan yang lebih responsif.

“Intinya, persoalan perizinan TKA akan ditata biar lebih cepat dan lebih baik. Tetapi, skema pengendaliannya jelas, di mana izin dibuat mudah kemudian pengawasan diperkuat. Pengalaman di negara-negara lain seperti itu, izinnya simple (sederhana), tapi law enforcement-nya bagus,” ujarnya di Jakarta, Selasa (6/3) seperti dikutip CNNIndonesia.

Sejak 2012, China Terbanyak Peringkat Pertama

Jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China menurut Kepala Subdit Analisis dan Perizinan Tenaga Kerja Asing Kemenakertrans Yanti Nurhayati Ningsih diakui terbanyak dibanding tenaga kerja asing dari negara lain yang bekerja di Indonesia.

Hal itu dikatakan Yanti, kepada wartawan dalam Seminar Kebijakan dan Prosedur Penggunaan Tenaga Kerja Asing di Indonesia, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).

“Memang (tenaga kerja asing asal China yang bekerja di Indonesia tahun 2016) terbesar. Sebenarnya mulai dari tahun 2012, (tenaga kerja asing asal) China (yang bekerja di Indonesia) itu memang peringkat pertama,” kata dia seperti dikutip Kompas beberapa waktu lalu.

Yanti menjelaskan, tenaga kerja asing asal China paling banyak bekerja sebagai profesional di Indonesia. “Kami membaginya empat ya, ada pembimbing, jabatan manajemen, pengacara, dan konstruksi untuk PLTU dan smelter,” kata Yanti. Selain itu, Yanti menjelaskan dari Januari hingga Juli 2017, perusahaan yang mengajukan rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) paling banyak dari sektor konstruksi, pembangunan smelter, dan PLTU.[fm]

 

PILIHAN REDAKSI