Tanggapi Kontroversi Larangan Cadar di Kampus Islami, Begini Komentar Mahasiswi PTUN

DEPOK (UMMAT Pos) — Pelarangan memakai cadar di UIN Sunan Kalijaga menuai beragam komentar dari sejumlah kalangan, khususnya Mahasiswi. Mereka yang mengeluti pembelajaran di kampus umum mengaku baik-baik saja dengan pakaian tersebut. Akan tetapi, merasa aneh ketika mendengar kabar bahwa kampus Islam sendiri melarang pakaian bercadar.

“Saya tidak setuju jika mahasiswi itu dilarang untuk bercadar karena cadar merupakan syariat Islam bukan bagian dari (budaya, red.) timur tengah. Cadar merupakan keyakinan yang dimiliki setiap warganya, sehingga mereka berhak memakainya,” ujar Rahmawati, mahasiswi jurusan Pendidikan Fisika, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) angkatan 2015.

Mahasiswi UNJ lainnya berkomentar senada menanggapi pelarangan cadar di UIN Sunan Kalijaga.

“Seharusnya mahasiswa diberikan kebebasan berpakaian, bukankan saat kita menjadi mahasiswa kita diperbolehkan berpakaian bebas asal sopan. Apalagi memakai cadar itu lebih tertutup dan pastinya udah masuk kriteria pakaian bebas sopan. Kita pakai cadar itu hak kita. Toh, nggak menggangu orang lain, selama kita melakukan hal-hal yang wajar di kampus, ya kenapa nggak?” kata Rachma, mahasiswi dari jurusan Pendidikan Matematika, UNJ angkatan 2017.

Aturan tersebut juga dinilai melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dalam melaksanakan ajaran agama dan keyakinan warga negara.

“Ya dong ngelanggar HAM karenakan memakai cadar itu kebebesan dari seseorang dan memaksa melepasnya itu sama aja melanggar HAM yang jelas ada di UU negara. Semoga saja niatan Rektor UIN bisa berubah. Allahu yahdikum,” ujar Siti Melati Khumaira mahasiswi dari Pendidikan Fisika, UNJ angkatan 2015.

Mahasiswi lainnya dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) turut menyayangkan pemberlakuan aturan yang ditetapkan oleh salah satu Universstas Islami tanah air tersebut.

“Harusnya yang bercadar dibina biar berprestasi.” Ujar Putri Oskarina selaku Mahasiswa Berprestasi di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) 2017.

Meski demikian, mahasiswi PNJ ada yang mendoakan rektor UIN Sunan Kalijaga agar mendapatkan hidayah. “Kepentingan isu politik jadi menyeret ibadah orang. Do’akan dan aamiinkan, lekas diberi hidayah untuk rektor dan diberi kesabaran serta kekuatan untuk saudari-saudari seperjuangan kita disana,” tutur Dwi Mega Yulianingrum, alumni PNJ 2017 yang juga mengenakan cadar. (amy/fm)