Mengenal Putri Oskarina, mahasiswi PNJ bercadar dengan sederet prestasi

DEPOK (UMMAT Pos) — Berpakaian syar’i selayaknya tak jadi halangan bagi mahasiswi dalam beraktivitas dan mengukir prestasi. Nyatanya, tak sedikit diantara mereka yang mampu mengembangkan bakat dan potensinya. Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta ini misalnya.

Putri Oskarina adalah alumni Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) 2017. Ia mampu tampil percaya diri dengan sederet prestasi yang diukirnya sejak duduk di bangsa SMA.

“Emang aku dari SMA suka sama kompetisi gitu, sih. Jadi, kebawa sampai kuliah. Pas SMA sudah wakilin sekolah ikut olimpiade kimia,” tutur mahasiswi bercadar yang akrab dipanggil Putri ini.

Di kampusnya, ia termasuk ke dalam kategori 12 besar. Peraih IPK tertinggi di kelas yang didominasi mahasiswa ini juga pernah terpilih menjadi mahasiswi berprestasi (Mapres) PNJ tahun 2017.

Tak hanya itu, Putri yang kelahiran 1996 ini  juga pernah mengikuti ajang kompetisi internasional, Robotic Games di Singapura. Ia bahkan didapuk sebagai ketua tim bersama sejumlah perwakilan tanah air.

Keikutsertaannya selama empat hari di negeri jiran diakuinya mendapat respon yang cukup positif. Tidak ada stigma negatif yang ia terima selama berada di Singapura. Sebaliknya, salah satu juri kompetisi justru memberikan pujian kepada mahasiswi bercadar ini.

Wah, keren dari jurusan teknik elektro mapresnya pakai cadar,” ungkap Putri menceritakan komentar juri kepadanya.

“Sebenarnya aku punya banyak ide tentang alat-alat inovatif makanya aku ikut Mapres 2 tahun. Tahun pertama aku buat ayunan bayi otomatis pakai sensor suara tangisan bayi dan tahun ke 2 aku buat mesin pemilu otomatis,” tutur Putri asal Bogor ini menceritakan kegemarannya.

Berbicara tentang cadar yang dikenakannya, Ia mengaku memutuskan untuk mulai mengenakan kain penutup wajahnya sejak 2016 silam. Sejak saat itu, ia mulai berusaha istiqamah menggunakannya hingga kini. Sejak menggunakan cadar, ia mengaku merasa lebih nyaman dan tetap bisa aktif.

Putri juga mampu menepis anggapan sebagian orang yang menilai jika wanita bercadar akan dijauhi dari lingkungannya karena terkesan tertutup. Putri sendiri dikenal sebagai mahasiswi yang cukup eksis di kampusnya.

Dirinya mengaku bersyukur atas dukungan dari lingkungan kampusnya untuk dapat leluasa menjalankan keyakinan dan prinsip agamanya, tanpa mendapatkan perlakuan diskriminasi atas keputusannya itu.

“Salut sama PNJ, malah semenjak aku pakai niqab aku lebih percaya diri. Nggak ada, tuh di kampus yang bikin aku down. Dari mulai anak kelas, anak robotik, sampai anak jurusan lain yang kenal aku. Banyak orang berpikiran kalau pakai niqab nanti temennya jadi sedikit. Nggak banget, aku ngerasain banget temen aku jadi tambah banyak,” ungkapnya.

“Aku bangga, aku tunjukin bahwa aku muslimah dengan membawa budaya Islam ke negeri yang mayoritas non Muslim,” pungkasnya.

Laporan: Rahmyati

Editor: Faisal