Karnival Ayo Kuliah di Malaysia tawarkan 5.000 beasiswa untuk jenjang S1, S2 dan S3 bagi WNI

JAKARTA (UMMAT Pos) — Pemerintah Malaysia tahun ini menargetkan sebanyak 20.000 warga negara Indonesia melanjutkan pendidikan ke negaranya. Hal ini disampaikan Wakil Duta Besar Malaysia Zamshari Shaharan di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Sabtu, (10/3/2018).

“Pada tahun ini target kita 20.000 pelajar Indonesia. Dan karnival pada hari ini menjadi salah satu usaha meningkatkan minat pelajar Indonesia dan memberi maklumat yang lebih tentang pendidikan tinggi kepada pelajar potensial dari Indonesia ke Malaysia,” katanya di sela-sela acara pameran pendidikan “Karnival Ayo Kuliah di Malaysia”.

Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menawarkan 5.000 beasiswa untuk jenjang pendidikan S1, S2 dan S3 kepada warga Indonesia dalam pameran pendidikan yang berlangsung pada 10-11 Maret 2018 di kantor Kedutaan Besar Malaysia.

Acara tersebut diadakan oleh pihak kedubes melalui Education Malaysia Indonesia yang berkolaborasi dengan Education Malaysia Global Services.

Zamshari menuturkan beasiswa itu sebagai satu atraksi menarik minat pelajar Indonesia untuk belajar di berbagai universitas di Malaysia.

Dia mengatakan saat ini sudah ada 11.000 pelajar Indonesia yang sedang mengenyam pendidikan di Malaysia. Pelajar Indonesia tersebut belajar di berbagai studi seperti manajemen, teknik dan studi sosial.

Dia mengharapkan jumlah pelajar Indonesia ke Malaysia akan meningkat signifikan lewat penawaran beasiswa tersebut.

“Kita akan teruskan usaha untuk menawarkan universitas kepada pelajar Indonesia,” ujarnya.

Menteri Penasihat Pendidikan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta Mior Harris Bin Mior Harun mengatakan rata-rata biaya pendidikan biaya hidup di Malaysia masing-masing 4.000 dolar AS per tahun.

Mior mengatakan jumlah pelajar Indonesia ke Malaysia meningkat tiap tahunnya.

“Biasanya tahun per tahun meningkatnya 500 pelajar Indonesia. Tapi tahun ini kita mau tingkatkan lebih lagi,” tuturnya.

Menurut dia, saat ini sekitar 4.000 pelajar Malaysia belajar ke Indonesia. Dari jumlah tersebut, 80 persen meminati bidang medis dan 20 persen mempelajari pendidikan Islam.

Sumber: Antaranews