Dana haji tahun ini diperkirakan mencapai Rp 100 triliun lebih

JAKARTA (UMMAT Pos) — Dana haji tahun ini dipastikan lebih besar dari tahun sebelumnya Rp 92 triliun, diperkirakan mencapai Rp 100 triliun lebih.

“Memang kesannya besar, begitu lahir asetnya langsung Rp 100 triliun. Tapi kita ini hanya mengelola uang titipan dari Kementerian Agama. Ini uang titipan, berarti harus dikembalikan dan minta izin kalau mau dikelolanya. Jadi unik, meski aset besar, tapi kita tidak bisa tiba-tiba beli saham, atau properti dan lain-lain,” kata Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu seperti dilansir detikcom, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

PP yang baru itu juga mengubah porsi pengelolaan dan haji yang ada. Sebelumnya 65% dana haji untuk penempatan di produk perbankan syariah sisanya 35% untuk instrumen investasi. Kemudian diubah menjadi 50-50%.

Untuk porsi instrumen investasi terbagi menjadi 4 saluran, 20% untuk investasi langsung, 5% untuk investasi emas baik dalam bentuk fisik maupun tidak, 10% untuk investasi lainnya yang diatur oleh BPKH sendiri dan sisanya untuk surat berharga syariah negara (SBSN).

Diketahui, Pengelolaan dana haji telah berpindah tangan dari Kementerian Agama kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Hal itu telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.[fm/detik]

PILIHAN REDAKSI