Pakar Psikologi Pendidikan Ini Ungkap Kaitan Perceraian Orangtua dengan Kesehatan Mental Anak

JAKARTA (UMMAT Pos) — Seorang pakar perilaku manusia dan ilmu parenting asal Amerika Serikat, Dr. Gail Gross mengungkap pengaruh perceraian pada anak-anak. Baik anak di bawah usia lima tahun (balita) atau sudah duduk di bangku sekolah.

“Anak-anak dari segala usia bereaksi terhadap perceraian dan dipengaruhi oleh lingkungan yang dibuat orangtuanya sebelum, selama, dan setelah perceraian,” kata Dr. Gail, seperti dikutip dari tulisannya di Huffington Post, Rabu (4/4/2018).

Namun, kata dia, anak-anak dari berbagai usia akan memiliki pemahaman yang berbeda tentang apa artinya perceraian, serta bagaimana reaksi untuk menjaga emosi dan mentalnya.

“Otak yang berkembang pada anak usia dini dapat sangat rentan terhadap stres. Anak-anak usia sekolah yang sedang proses mengembangkan identitas mereka sendiri dapat terkena dampak negatif,” tutur perempuan yang merupakan pakar pendidikan dan penulis tersebut.

Ia menjelaskan jika perceraian terjadi saat anak berusia balita, maka kemungkinan mereka lebih rentan terhadap masalah emosional di kemudian hari.

“Balita usia satu hingga tiga tahun memiliki kemampuan kognitif yang terbatas. Mereka bingung tentang perceraian. Lebih jauh lagi, mereka tidak memiliki keterampilan untuk mengatasi perubahan,” ucapnya.

Hal ini berbeda dampaknya bagi anak-anak di usia sekolah seperti rentang waktu enam sampai 12 tahun. Ia mengatakan, tak hanya penurunan kualitas pendidikan anak, tetapi juga mental yang terganggu sehingga cenderung mereka menjadi lebih agresif.

“Anak-anak usia enam hingga 12 tahun berduka karena kehilangan pernikahan orangtua mereka. Hampir tidak dapat dibayangkan bahwa orangtua mereka, yang menjadi milik mereka, tidak lagi hidup bersama, dan kenyataannya satu orangtua hidup terpisah,” tutur Dr. Gail.

Meski efek buruk pada anak kerap muncul akibat perceraian orangtua, namun ada cara lain mengurangi dampak negatif tersebut ketika memang pernikahan tak bisa lagi dipertahankan dan perceraian menjadi jalan satu-satunya.

“Oleh karena itu, pekerjaan utama Anda sebagai orangtua adalah membantu anak-anak menyesuaikan diri dengan berhasil, ada untuk mereka, dan memastikan mereka tahu bahwa mereka dicintai,” pungkasnya. (fm)