Dukung Perpres tentang tenaga asing, Luhut sebut tenaga kerja lokal belum mumpuni

JAKARTA (UMMAT Pos) — Presiden Joko Widodo telah meneken Peraturan Presiden(Perpers) Nomor 20 Tahun 2018 yang mengatur tentang Tenaga Kerja Asing. Terbitnya Perpres itu dinilai dapat mempermudah masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menuturkan dalam hal ini investor memang kesulitan dalam mencari tenaga kerja lokal.

“Memang tenaga kerja lokal itu kita susah. Pendidikan vokasional kita memang kurang, politeknik juga kurang,” kata Luhut dalam acara Rakornas PDI Perjuangan, di Jakarta, Ahad (8/4/2018).

Luhut mengatakan investor kerap mengeluh jika menggunakan tenaga kerja lokal, maka proyek tidak dapat selesai tepat waktu. Hal itu akan menyebabkan kerugian sehingga investasi enggan masuk ke daerah.

“Kalau dia tidak tepat waktu selesai dia rugi,” ungkapnya.

Luhut juga menuturkan bahwa hal itu merupakan fakta yang ada dimana tenaga kerja lokal memang belum mumpuni dalam menggarap proyek-proyek investasi.

“Ada yang bilang wah menko maritim merendahkan tenaga kerja lokal atau orang Indonesia. Bukan merendahkan, tapi faktanya begitu,” ujarnya.

Adanya beleid yang mengatur tentang kemudahan masuknya TKA ini bukan bermaksud untuk meragukan kemampuan tenaga kerja lokal, tetapi memberikan pola.

Dalam hal ini, investor asing dibolehkan untuk menggunakan TKA dalam waktu yang ditentukan. Tetapi selanjutnya, harus tetap menggunakan tenaga kerja lokal.

“Kemarin malam investor yang mau investasi di Morowali Utara sebesar enam miliar dolar datang ke rumah saya. Saya bilang ke mereka, kamu dari sekarang harus mendidik orang lokal untuk menjadi pegawai, mendidik manusianya,” jelas Luhut.

“Maka itu saya kasih pola oke boleh tiga sampai empat tahun dia pakai orang asing tapi setelah tiga hingga empat tahun, mereka harus pakai tenaga kerja lokal. Itu fungsinya, kita cari solusi. Bukan fight the problem,” tukasnya.(fm/jpnn)

PILIHAN REDAKSI