WALHI: Pembersihan tumpahan minyak di teluk Balikpapan tanggungjawab PT Pertamina

BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR (UMMAT Pos) — Organisasi lingkungan, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) membantah kerja sama dengan PT Pertamina dalam hal pembersihan tumpahan minyak di Teluk Balikpapan. Menurut WALHI, pembersihan itu adalah sepenuhnya tanggungjawab PT Pertamina (Persero).

“Sesuai dengan prinsip pertanggungjawaban mutlak korporasi atau strict liability,” tegas Eksekutif Daerah WALHI Kalimantan Timur, Fathur R Fen, Kamis, (12/4/2018).

Mengutip laporan Antara, Fen lebih lanjut menjelaskan bahwa hal itu diatur di pasal 88 UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Secara lebih khusus lagi ada Peraturan Presiden Nomor 109/2006, yang dirincikan di pasal 11, bahwa segala kegiatan dan biaya yang dikeluarkan untuk membersihkan perairan dari tumpahan minyak dikeluarkan oleh lembaga yang kegiatannya menyebabkan tumpahan minyak tersebut.

Pasal 11 itu berbunyi: Bahwa setiap pemilik atau operator kapal, pimpinan tertinggi pengusahaan minyak dan gas bumi atau penanggungjawab tertinggi kegiatan pengusahaan minyak lepas pantai, atau pimpinan atau penanggung jawab kegiatan lain, yang karena kegiatannya mengakibatkan terjadinya tumpahan minyak di laut, bertanggungjawab mutlak atas biaya penanggulangan tumpahan, dampak lingkungan, kerugian masyarakat, dan kerugian lingkungan.

“Dan pertanggungjawaban mutlak, termasuk upaya pemulihan di dalamnya itu, tidak menggugurkan proses pidana, perdata, maupun administrasi yang sedang dilakukan,” kata Fen.

Sejak hari kejadian tumpahan minyak dan kebakaran di laut itu, PT Pertamina sudah mengerahkan tim untuk membersihkan tumpahan minyak di laut. Dengan dibantu perusahaan-perusahaan lain yang juga bergerak di bidang migas.

Perairan Teluk Balikpapan sudah terlihat bersih sejak hari keempat dengan Pertamina mengerahkan hingga 21 kapal dan 270 lebih tenaga manusia. Di pantai, masyarakat Balikpapan menggelar sejumlah gerakan gotong royong membersihkan pantai dari tumpahan minyak yang terbawa ombak kembali ke daratan.

Pembersihan sekarang fokus ke pemukiman warga seperti di Kampung Atas Air kemudian menyusul membersihkan kawasan mangrove.

Kejadian tumpahan minyak dan disusul kebakaran di Teluk Balikpapan memakan korban 5 orang tewas, yaitu mereka yang turun melaut untuk memancing. Kemudian diketahui minyak menyebar hingga kawasan seluas 12,7 ribu hektare di Teluk Balikpapan dan sekitarnya, mencemari ribuan pohon bakau, tambak udang, dan keramba budidaya kepiting.[fm]