Isra’ Mi’raj dan Pencaplokan Masjid Al-Aqsha

Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA.

TIDAK terasa, waktu terus bergulir, dan saat ini kita sudah barada pada tanggal 27 Rajab tahun 1439 Hijriah yang bertepatan dengan hari Sabtu 14 April 3018 dalam hitungan tahun Masehi. Sekitar 33 hari kedepan umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadhan.

Maka kita pun dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk mengkondisikan diri kita menyambut bulan mulia, dengan senantiasa melantunkan doa, Allahumma barik lana fi rajab wa sya’ban waballighna ramadhan. Ya, Allah! Berkahi kami di bulan Rajab. Berkahi kami di bulan Sya’ban. Berikan kami umur panjang sehingga kami bisa menikmati ibadah di bulan Ramadhan.

Bagi kita umat Islam, Bulan Rajab adalah yang sangat bersejarah. Ada peristiwa maha dahsyat dalam kehidupan Nabi Mulia kita, yaitu peristiwa Isra’ dan Mi’raj.

Betapa tidak. Dalam peristiwa ini Allah perlihatkan keajaiban-Nya. Allah tampakkan tanda-tanda kekuasan-Nya kepada seorang utusan yang dicintai-Nya. Sesuai dengan target dan tujuan Isra’ dan Mi’raj yang Allah sebutkan dalam Al-Quran, linuriyahu min ayatina, demi untuk Kami perlihatkan tanda-tanda kekuasaan Kami.

Salah satu keajaiban besar yang Allah perlihatkan adalah Bumi Isra’ Mi’raj, tempat transit Rasulullah sebelum akan bertemu dengan Allah di langit tertinggi (sidrah al-muntaha), Sebelum akan mendapatkan perintah shalat. Sehingga banyak yang bertanya-bertanya, kenapa Rasulullah diisra’kan ke Masjid Al-Aqsha? Kalau seandainya peristiwa Isra’ Mi’raj tujuannya hanya untuk menerima perintah shalat, sangat mudah bagi Allah mengangkat langsung Nabi Muhammad dari Masjidil Haram menuju langit. Tapi kenapa mampir dahulu melalui Masjid Al-Aqsha? Ada apa dengan Masjid Al-Aqsha?

Tentu saja antara hikmah kenapa Nabi Muhammad diisra’kan ke Masjid Al-Aqsha adalah sebagai berikut:

Pertama, Masjid Al-Aqsha adalah gerbang menuju langit. Orang-orang pilihan Allah yang diangkat ke langit, pintu gerbangnya melalui Masjid Al-Aqsha. Nabi Isa ketika dikejar-kejar oleh orang Yahudi untuk dibunuh, diselamatkan Allah dengan diangkatnya ke langit, melalui Masjid Al-Aqsha. Nabi Isa juga akan diturunkan kembali ke bumi nanti di akhir zaman untuk membunuh Dajjal dan Ya’juj Ma’juj, juga melalui Masjid Al-Aqsa. Begitu juga nabi Muhammad diangkat ke langit untuk menerima perintah shalat, melalui Masjid Al-Aqsha, kemudian diturunkan kembali di Masjid Al-Aqsha.

Kedua, Masjid Al-Aqsha tidak bisa dipisahkan dari Masjidil Haram. Hanya dua masjid ini yang namanya langsung diberikan oleh Allah. Hanya dua masjid ini yang disebutkan dalam Al-Quran. Bahkan Allah ikat dua masjid ini dalam satu ayat, yaitu Surat Al-Isra’ ayat pertama.

Maha Suci Allah yang telah memperjalankan Hamba-Nya dari Masjidil Haram Ke Masjidil Aqsha yang telah Kami Berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadany sebagian dari tanda-tanda kami, (QS. Isra: 1). Dua masjid ini dipilih Allah sebagai kiblat bagi umat Islam. Dua masjid ini pula dijadikan sebagai tempat ibadah, tempat menyembah Allah yang pertama kali sejak awal peradaban manusia. Karena kedua masjid ini dibangun oleh manusia pertama, Nabi Adam berdasarkan perintah dari Allah.

Dalam sebua narasi hadis tertera sebuah dialog antara Nabi dan seorang sahabat bernama Abu Dzar terkait asal usul kedua masjid bersejarah itu. “Wahai Rasul Allah! Masjid apa yang pertama kali di bangun di atas muka bumi?” Rasulullah menjawab, “Masjidil Haram.” Saya bertanya lagi, “Setelah itu masjid apa?” Rasul menjawab, “Masjid Al-Aqsha,” saya bertanya lagi, “Berapa jarak pembangunan antar keduanya?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Empat puluh tahun’.”

Jadi, Allah memerintahkan Nabi Adam untuk membangun Masjidil Haram, 40 tahun berikutnya memerintahkan Nabi Adam untuk membangun Masjid Al-Aqsha.

Ketiga, Masjid Al-Aqsha Rasulullah dinobatkan sebagai pemimpin dunia. Malam Isra’ Mi’raj seluruh nabi dan rasul dihadirkan oleh Allah di dalam Masjid Al-Aqsha, mulai dari Nabi Adam hingga nabi terakhir. Dalam riwayat disebutkan ada 124.000 nabi dan 315 rasul dikumpulkan Allah di Masjid Al-Aqsha. Mereka semua shalat bersama dengan Nabi Muhammad, Beliau menjadi imam, seluruh nabi dan rasul makmum kepada Nabi Muhammad Isra’ Mi’raj dan Pencaplokan Masjid Al-Aqsha Sehingga beliau mendapatkan gelar ‘Imamul Anbiya’ wal Mursalin’ imamnya para nabi dan rasul. Satu-satunya tempat di atas muka bumi ini yang dipilih Allah sebagai tempat berkumpulnya manusia-manusia pilihan, para nabi dan rasul di tempat yang diberkahi Allah, Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak.

Namun, masjid yang sangat kita muliakan dan cintai ini, sejak 51 tahun yang lalu telah dirampas Zionis Israel. Tahun 1969, tepatnya tanggal 21 Agustus, sepertiga tempat Isra’ Miraj Nabi Muhammad ini hancur dibakar Zionis Israel. Tembok Buraq yang merupakan tempat parkir kendaraan Nabi Muhammad dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, telah dikangkangi Zionis Israel, dikuasai dan dirubah namanya menjadi Tembok Ratapan, bahkan disulap menjadi tempat peribadatan Yahudi terbesar di Al-Quds Yerussalem.

Saat ini sudah ada 63 terowongan di bawah Masjid Al-Aqsha mengancam runtuhnya kiblat pertama umat Islam ini. 103 kuil Yahudi dibangun disekeliling Masjid Al-Aqsha, mengepung masjid warisan para nabi dan rasul ini.

Orang-orang Yahudi punya rencana yang jelas untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha. Mereka mempunyai tahapan yang jelas untuk mengambil alih Masjid Al-Aqsha, bumi Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad. Mereka telah menyiapkan bangunan yang akan menggantikan Masjid Al-Aqsha, yaitu Haikal Sulaiman.

Dalam satu tahun, Yahudi di seluruh dunia mengumpulkan donasi sebesar 2 Milyar USD, untuk mendanai proyek Zionis Israel menghancurkan Masjid Al-Aqsha. Sedangkan umat Muslim yang jumlahnya mencapai 2,5 milyar orang, hanya mampu mengumpulkan 300 juta USD per tahun.

Tanggal 14 Mei 2018 nanti adalah hari yang sangat berbahaya bagi keberlangsungan Masjid Al-Aqsha. Hari itu adalah hari eksekusi keputusan Presiden AS, Donald Trump yang diteken pada 6 Desember 2017 lalu, pemindahan kedutaan AS ke kota Al-Quds (Yerussalem), meresmikan Kota Al-Quds sebagai Ibu Kota Israel. Pemilihan hari itu bukan tanpa alasan, tapi hari itu adalah sejarah pencaplokan Israel atas tanah Palestina, deklarasi berdirinya negara baru bernama “Israel,” di atas tanah wakaf milik umat Islam, Palestina.

Maka, marilah kita beramal dengan tindakan nyata, demi menyelamatkan Masjid Suci Al-Aqsha! Demi mencari jawaban di hadapan Allah manakala kita ditanya Allah nanti di akhirat. Ikatan Ulama Dunia sudah mengeluarkan fatwanya, bahwa Masjid Al-Aqsha adalah amanat dan tanggung jawab setiap individu Muslim. Semoga kita termasuk diantara orang-orang yang dipilih Allah, sebagai para pembebas Masjid Al-Aqsha.

*) Peneliti MIUMI Pusat; Dosen STKIP Muhammadiyah Enrekang

PILIHAN REDAKSI