Inisiatif Zakat Indonesia Launching Baitul Ilmi dan Korps Da’i

DEPOK (UMMAT Pos) — Lembaga Zakat Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) menggelar Seminar Internasional Fikih Zakat Kontemporer di Ballroom Margo Hotel pada Selasa, (17/4/ 2018). Acara dirangkaikan dengan meresmikan peluncuran Program Baitul Ilmi dan Inisiatif Da’i.

Seminar Internasional yang digelar mengangkat tema: Zakat untuk Korban Bencana dan Kemanusiaan dengan menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya: Dr. Kamaru Salam Yusof, Ph. D (Guru Besar Fikih Zakat di Universitas Brunei Darussalam) yang membahas makalah tentang Islam dan Bencana; Beberapa Pandangan Islam Mengenai Penggunaan Zakat.

Prof. Dr. Azman Abdurrahman (Guru Besar Ekonomi Syariah Universiti Sains Islam Malaysia) membahas tema Pengelolaan Zakat Bencana dan Kemanusiaan (Mangsa/Korban Banjir) Berdasarkan Pengalaman di Malaysia. Selanjutnya, Dr. Muhammad Taufik Qulazhar Hulaimi (Guru Besar Ushul Fiqih Universitas Darussalam Gontor) yang menjelaskan tinjauan Maqashid Syariah dalam Hukum Zakat untuk Korban Bencana.

Dalam sambutannya Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag RI) Republik Indonesia, Muhammad Fuad Nasar menyampaikan apresiasinya atas kajian zakat kontemporer seperti yang dilakukan oleh IZI, khususnya melalui program Baitul Ilmi yang dinilai sebagai sebuah terobosan yang cukup penting.

“Sebagaimana kita ketahui fikih zakat Kontemporer sangat dinamis perkembangannya, di mana sekarang ini banyak dimensi-dimensi baru yang belum terjadi di masa lampau dan saat ini menjadi kebutuhan untuk meresponnya, tentunya dalam koridor prinsip-prinsip syariat Islam,” ujarnya.

Pada kesepatan yang sama, Direktur Utama IZI Wildhan Dewayana, ST, M.Si kepada Ummat Pos mengatakan bahwa seminar ini diantaranya didasari oleh keinginan untuk memperkuat landasan keilmuwan dan wawasan bagi Amil Zakat dengan menghadirkan para pakar dan praktis dunia perzakatan.

“Kita ingin memantapkan langkah sehingga kita dapat melakukan peran pengelolaan zakat secara lebih profesional. Kita juga ingin ada panduan keilmuwan yang lengkap. Sehingga para Penggiat Zakat dapat bekerja sesuai koridor syariat dalam mengambil kebijakan dan menghindari kesalahan ataupun pelanggaran dalam prakteknya,” jelas Wildhan.

Lembaga Zakat ini dilahirkan oleh sebuah lembaga sosial yang sebelumnya telah dikenal cukup luas dan memiliki reputasi yang baik selama lebih dari 16 tahun dalam memelopori era baru gerakan filantropi Islam modern di Indonesia yaitu Yayasan Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU).  Dengan berbagai konsideran dan kajian mendalam, IZI kemudian dipisahkan (spin-off) dari organisasi induknya pada Hari Pahlawan, 10 November 2014.

Acara ditutup dengan launching program Korps Da’i yang diistilahkan dengan Inisiatif Da’i. (fm)

 

PILIHAN REDAKSI