3.000 tenaga kerja asing bekerja di Morowali

PALU, SULTENG (UMMAT Pos) — Perusahaan pengembang kawasan industri terintegrasi, Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) belum lama ini  mengungkapkan adanya sekitar tiga ribu tenaga kerja asing yang bekerja di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

“Selain bekerja di IMIP, mereka juga bekerja di 12 perusahaan yang berada dalam kawasan IMIP,” kata Media Relation PT Indonesia Morowali Industrial Park Dedi Kurniawan di Palu, Jumat, (13/4).

Dedi menjelaskan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang merupakan perusahaan pengelola kawasan industri pertambangan khususnya bahan mineral nikel dan sebagai perusahaan pengembang kawasan industri terintegrasi.

Perusahaan ini merupakan hasil kerja sama antara Tsinghan Group dari Tiongkok dan Bintang Delapan Grup dari Indonesia.

Mengutip laporan Antara, menyebutkan bahwa para pekerja asing itu sebagian masuk melalui pemeriksaan imigrasi Luwuk di Kabupaten Banggai, karena akses masuk ke Morowali lebih dekat dari Kota Palu.

Sejumlah perusahaan tempat tenaga kerja asing itu di antaranya PT Bintang Delapan Mineral (BDM) yang merupakan “founding father” Bintang Delapan Group menuju perusahaan raksasa dunia berbasis nikel dengan luas area IUP 21.659 hektare.

PT Sulawesi Mining Invesment memulai konstruksi 2013 akhir dengan luas area 66 hektare dan menghasilkan produk nikel pig iron (NPI) sebesar 300.000 MT per tahun dan beroperasi sejak Januari 2015. SMI juga ditunjang dengan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 65×2 MW.

Kemudian, PT Indonesia Guan Ching Nickel and Stainless Stell Industri (GCNS) dengan luas area 66,68 hektare merupakan salah satu perusahaan BUMN Tiongkok yang mengawali pembangunan di area kawasan industri dengan target produksi 600 ribu MT dan PLTU 150×2 MW.

PT Decent Stainless Stell merupakan perusahaan yang berkosentrasi pada produk akhir stainless batangan dengan target produksi 1 juta ton per tahun.

PT Indonesia Tsingsang Stainless Steel merupakan perusahaan dengan produksi akhir stainless steel dengan kapasitas 1 juta ton per tahun dan pembangkit listrik tenaga uap 2×150 MW. Perusahaan ini memiliki luas area sebesar 58 hektare.

PT Dexin Steel Indonesia merupakan pabrik baja karbon, perusahaan patungan antara produsen baja asal China Delong Holdings, melalui anak usahanya Delong Steel Singapore Projects, bersama PT Indonesia Morowali Industrial Park dan Shanghai Decent Investment Group.

PT Broly Nickel Industry merupakan perusahaan pengelolaan nikel dengan teknologi terbarukan.

PT Bintang Sarana Selaras, perusahaan dalam kawasan yang terkonsentrasi pada pembangunan, dan pengelolaan rumah susun sewa.

PT Bintang Delapan Terminal merupakan perusahaan yang bertanggung jawab pada arus lalu lintas pelabuhan kawasan industri dengan target dan daya berlabuh 600 ribu MT.

PT Saka Dirgantara Energy merupakan perusahaan yang bertanggung jawab pada pengelolaan bandara kawasan.

PT Morowali Mitra Perkasa yang merupakan perusahaan sektor bongkar muat di area pelabuhan kawasan industri.

Sumber: Antara