Kapal Kayu Berisi Puluhan Muslim Rohingya Kembali Terdampar di Aceh

BANDA ACEH (UMMAT Pos) — Warga pesisir Pantai Kuala Raja, Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh Nangroe Darussalam mendadak ramai. Sebuah kapal kayu besar dan kumuh tampak merapat di tepian Pantai pukul 14.30 WIB seusai ibadah Shalat Jumat, (20/4/2018). Kapal tersebut dipenuhi dengan puluhan orang-orang berwajah pilu, seperti kelelahan. Penumpang dengan wajah sayu yang berada di atas kapal itu adalah orang-orang Rohingya!

Warga pesisir yang melihat perahu penuh dengan orang-orang Rohingya, bergegas membantu mendorong perahu hingga benar-benar merapat ke dermaga.

Sedikitnya ada 76 jiwa Rohingya yang terangkut dalam satu kapal kayu sarat muatan itu. Sebagian besar merupakan laki-laki, sisanya perempuan dan anak-anak.

“Lima orang sakit terdiri tiga orang laki-laki dan dua perempuan. Mereka sudah diinfus di lokasi,” kata Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bireuen Hidayatullah saat dihubungi wartawan.

Hidayat menambahkan, gelombang pengungsi yang terdapar di Bireun Jumat (20/4) siang ini merupakan gelombang pengungsi kedua yang tiba di Aceh. Beberapa pekan lalu, tepatnya Kamis (5/4), lima pengungsi Rohingya tiba lebih dulu di Kota Langsa, Aceh. Mereka telah ditangani oleh pihak imigrasi Aceh.

Sementara menurut keterangan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek mengatakan, para pengungsi Rohingya itu hendak menuju ke negara Australia. Namun mereka terombang-ambing di Perairan Kuala Raja, Bireuen.

“Informasi yang kami terima saat ini imigran tersebut mau menuju ke Australia. Saat ini Dinas Kesehatan Bireuen tengah melakukan penanganan pengungsi yang menderita sakit,” kata Ahmad.

Aksi Cepat Tanggap Aceh bersama Masyarakat Relawan Indonesia saat ini telah mendampingi para pengungsi Rohingya yang baru tiba di Bireun. Mohon doa dan dukungan dari Sahabat kemanusiaan ACT, semoga ikhtiar untuk menolong saudara Rohingya ini senantiasa Allah ta’ala beri keselamatan dan kelancaran.[fm]

 

PILIHAN REDAKSI