Erdogan ingatkan AS ekstradisi Fethullah Gulen jika ingin Pendeta Andrew Brunson bebas

ANKARA, TURKI (UMMAT Pos) — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaitkan nasib Pastor Andrew Brunson dengan Fethullah Gulen, cendekiawan Turki yang dituduh sebagai salah satu dalang upaya kudeta yang gagal. Gulen saat ini tinggal di AS sejak tahun 1999 telah membantah tuduhan tersebut.

Menanggapi permintaan AS, pemimpin kharismatik Turki ini meminta Amerika Serikat untuk mengekstradisi Fethullah Gulen terlebih dahulu. Jika ingin membebaskan pastor yang di penjara di Turki sejak Oktober 2016 ini.

“jika Anda ingin Brunson, lihat langkah-langkah yang telah Anda ambil di masa lalu. Mengapa Anda tidak mendeportasi pria ini (Gulen) sesuai dengan perjanjian ekstradisi?” kata Erdogan berbicara di depan sejumlah media internasional, Ahad, (22/4).

Brunson adalah satu dari ratusan ribu orang yang ditangkap setelah kudeta 2016 yang gagal dalam konspirasi menjatuhkan Erdogan. Ia merupakan seorang pendeta di sebuah gereja protestan di barat daya Turki.

Brunson diadili di Pengadilan Izmir, dan menghadapi ancaman hukuman 35 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyuarakan dukungan untuk pembebasan Brunson. Pria itu ditangkap atas tuduhan membantu kelompok kudeta pada 15 Juli 2016.

Trump dalam Twitter-nya menuliskan bahwa, Brunson telah “dianiaya di Turki tanpa alasan”.

Permintaan AS agar Brunson dibebaskan juga muncul dari 66 senator yang menandatangani sebuah surat desakan kepada Erdogan.

Surat itu diprakarsai oleh Senator Republik, Thom Tillis, yang mewakili negara bagian asal Brunson, North Carolina, dan Senator Demokrat Jeanne Shaheen. Dalam surat tersebut, para Senator AS mengatakan bahwa Senat mendukung upaya memperkuat kerja sama antara penegak hukum AS dan Turki.

Ankara menyalahkan Fethullah Gulen, seorang tokoh cendekiawan senior sebagai dalang dari kudeta gagal ini.

Gulen yang pernah menjadi sekutu dekat Erdogan, memiliki pandangan berbeda terhadap pemimpin Erdogan mengenai penduduk Kurdi di negara itu. Gulen saat ini diketahui tinggal di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat.[fm]

PILIHAN REDAKSI