Masyarakat Menanti Tindak Lanjut Kasus Dugaan Penodaan Agama Sukmawati

JAKARTA (UMMAT Pos) — Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dituntut segera menindaklanjuti laporan sejumlah pihak atas kasus penodaan agama yang diduga melibatkan Sukmawati Soekarnoputri.

“Polri harus segera tindaklanjuti. Jangan sampai kejadian ini seperti kasus Ahok (mantan Gubernur DKI),” desak Anggota Presidium Alumni 212, Arief Ikhsan seperti dikutip media Indopos, Senin (23/4).

Arief menduga, polri kurang serius dalam menindaklanjuti laporan sejumlah pihak terhadap Sukmawati. Pasalnya, meski hampir satu bulan dilaporkan, namun putri mantan Presiden RI Soekarno itu belum juga dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Sepertinya kasus Ibu Sukmawati dikesampingkan ya. Teman-teman juga belum ada yang dipanggil, cuma sebatas bikin laporan, tidak ada tindaklanjutnya sampai sekarang,” singgungnya.

Senada dengan Arief, LSM Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) juga mempertanyakan alasan Polri belum menindaklanjuti laporan sejumlah pihak terhadap Sukmawati.

“Sampai sekarang kok belum ada perkembangan, baik Ibu Sukmawati maupun pelapor,” tanya Wakil Ketua ACTA, Akhmad Leksono, Senin (23/4).

Padahal, belum lama ini, laporan yang sama baik di tingkat di Polda maupun Polres sudah diambil alih oleh Bareskrim Polri. “Seharusnya dengan ditariknya laporan-laporan yang ada di Polda dan Polres, Bareskrim bisa sigap dan bertindak lebih mudah untuk memproses sepanjang ditemukannya unsur-unsur pelanggaran hukum,” ujarnya.

Dia menegaskan, kasus ini semestinya sudah bisa ditangani atau ditindaklanjuti oleh Polri. Ini lantaran penodaan agama sebagaimana ketentuan Pasal 156a KUHP termasuk ke dalam delik umum. “Artinya, tanpa adanya laporan, semestinya kasus ini sudah bisa ditangani atau ditindaklanjuti sepanjang ditemukan unsur tindak pidana” tegasnya.

Dikatakan, Bareskrim Polri harus berani memberikan jawaban kepada masyarakat terkait laporan-laporan masyarakat. “Jangan sampai masyarakat berfikir atau berasumsi kok lama, kok ini apalah. Sedangkan di sisi lain ada kasus yang cepat sekali jadi tersangka dan diproses,” ujarnya.

Untuk mempertanyakan sejauhmana laporan masyarakat sudah ditangani, ACTA berencana akan mengajukan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikam (SP2HP) yang menjadi hak pelapor kepada Bareskrim Polri.

“Ini untuk mempertanyakan sejauh mana perkembangan laporan masyarakat ini khususnya dari laporan yang sudah dikawal oleh ACTA,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto membantah pihaknya tidak menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap kasus Sukmawati. Ini dibuktikan oleh pihaknya dengan menarik laporan masyarakat yang berada di Polda untuk ditindaklanjuti oleh Bareskrim Polri.

“Semua laporan ke Polisi yg ada di Polda-Polda, ditarik ke Bareskrim Polri,” jelasnya pada Senin (22/4).

Saat ini, tambahnya, para penyelidik pun terus mengumpulkan bahan keterangan terkait laporan tersebut.[fm/indopos]

 

PILIHAN REDAKSI