Kebakaran sumur minyak ilegal di Aceh Timur, 16 meninggal, 43 luka bakar

JAKARTA (UMMAT Pos) — Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta pada Rabu malam, (25/4/2018) menyebutkan korban meninggal sebanyak 16 orang akibat kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Pasi Puteh, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Selain korban jiwa, 43 orang mengalami luka bakar dan 5 rumah rusak parah dilalap api. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah Petugas gabungan masih terus bekerja keras mengantisipasi dampak kebakaran agar tak semakin meluas.

Petugas juga telah memasang garis pengaman agar tidak ada warga yang mendekat ke sekitar TKP.

Dalam keterangan tertulisnya, Sutopo melaporkan semburan api setinggi 75 meter masih terus terjadi hingga Rabu malam. Empat mobil pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan guna membantu memadamkan api tersebut.

Sementara itu menurut keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Aceh mengatakan satu sumur yang dibor secara tradisional mengeluarkan minyak dan gas dan di saat yang bersamaan datang sekelompok warga untuk mengambil minyak yang keluar.

Di Aceh Timur sendiri terdapat sejumlah sumur minyak yang merupakan bekas pengeboran di zaman Belanda.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Publik dan Kerjasama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Agung Pribadi seperti dikutip media BBC Indonesia menyebut sumur minyak yang terbakar berada di wilayah PT Pertamina EP Asset 1.

Namun, kata Agung, sumur tersebut dieksploitasi secara ilegal oleh penduduk.

“Tim dari Pertamina sudah berangkat ke sana. Tapi (kasus) ini wilayah penegak hukum,” ujarnya kepada awak media di Jakarta.[fm]

PILIHAN REDAKSI