China mulai pasang rudal jelajah di Laut China Selatan

WASHINGTON (UMMAT Pos) — China telah memasang peluru kendali jelajah antikapal perang dan sistem peluru kendali darat ke udara di tiga posnya di Laut China Selatan. Kabar ini disiarkan oleh jaringan televisi CNBC mengutip sumber yang mengetahui langsung laporan intelijen AS.

Jika kabar ini benar maka inilah pertama kalinya China menggelarkan peluru kendali di Kepulauan Spratly yang disengketakan oleh negara-negara Asia Tenggara dan Taiwan.

Greg Poling, pakar Laut China Selatan dari lembaga think tank Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington menilai penggelaran peluru kendali itu sebagai hal penting.

“Ini akan menjadi peluru kendali pertama di Spratlys, entah itu darat ke udara atau antikapal perang,” kata dia

Greg Poling menyatakan ini akan menjadi langkah besar dalam upaya China mendominasi Laut China Selatan yang merupakan rute perdagangan global.

Departemen Pertahanan AS yang menentang instalasi apa pun fasilitas militer China di Laut China Selatan, menolak berkomentar. “Kami tidak mengomentari soal-soal intelijen,” kata juru bicara Pentagon seperti dikutip Reuters.

Pihak Kementerian Pertahanan China sendiri enggan menanggapi warta CNBC itu, sedangkan CNBC sendiri mengutip sumber-sumber yang mengatakan bahwa menurut penaksiran intelijen AS, rudal-rudal itu telah digeser ke Pulau Karang Silang Naga, Pulau Karang Subi dan Pulang Karang Mischief dalam 30 hari terakhir.

China tidak mengungkapkan sasaran penggelaran rudalnya namun menyatakan fasilitas militernya di Kepulauan Spratlys adalah murni defensif dan bisa melalukan apa saja seperti layaknya di teritori sendiri.

CNBC melaporkan bahwa rudal jelajah antikapal bernama YJ-12B itu bisa membuat China menyerang kapal apa pun dalam radius 295 mil laut. Sedangkan rudal darat ke udara jarak jauh HQ-9B bisa membidik pesawat, drone dan peluru kendali dalam radius 160 mil laut.[fm]

PILIHAN REDAKSI