Xi Jinping perintahkan semua anggota partai pahami filsafat hidup Karl Marx

BEIJING (UMMAT Pos) — Presiden China, Xi Jinping dalam pidatonya menegaskan bahwa keputusan Partai Komunis China bertahan dengan teori politik Karl Marx masih “sepenuhnya benar”. Hal ini disampaikan menjelang peringatan 200 tahun kelahiran filsuf Jerman itu, Sabtu (5/5/2018).

Sejak berkuasa pada 2012, Xi, yang dinilai banyak pihak sebagai pemimpin China paling kuat sejak Mao Zedong, selalu mengatakan Partai Komunis tidak lupa terhadap akar sosialis mereka sebagai upaya mengembalikan “kejayaan bangsa China”.

Di Balai Agung Rakyat di Beijing, Jumat, Xi mengatakan, “penulisan Marxisme di dalam bendera Partai Komunis China adalah sepenuhnya benar. Upaya tanpa ragu untuk memromosikan pentingnya Marxisme dan pembaharuan terhadapnya adalah sepenuhnya benar”.

Xi juga memerintahkan semua anggota partai membaca semua karya Marx dan memahami teori Marx sebagai “filsafat hidup” dan “perjalanan kerohanian”.

Pidato Xi itu dinilai sebagai bagian dari propaganda sepanjang satu pekan media pemerintah. Di negeri ini, banyak gambar kartun yang menunjukkan bagaimana teori Marx masih relevan dalam kehidupan modern China dan generasi selanjutnya.

Saat ini, China, sebagai negara terbesar yang mengidentifikasi diri sebagai negara sosialis, tanpa ragu-ragu menunjukkan diri sebagai masyarakat kapitalis modern; yang ditandai dengan konsumsi berlebihan dan lebarnya jurang antara elit urban dengan kaum miskin pedesaan.

Dia juga menekankan pentingnya bagi China untuk terus percaya pada sejarah revolusi dan sistem politik yang dianut.

Menurut Jude Blanchette, seorang pengamat China dari Crumpton Group yang merupakan perusahaan konsultan bisnis berkedudukan di Washington, ia mengungkapkan bahwa penekanan pada paham Marxisme membuat perbedaan ideologi semakin lebar antara China dengan negara-negara kapitalis demokrasi Barat di tengah beberapa kejadian besar seperti krisis finansial global 2008 dan terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat.

“Saya berpendapat bahwa kita harus mulai menerima kenyataan bahwa Xi Jinping benar-benar pengikut Marx dan Marxisme,” kata Jude Blanchette. [fm/Deutsche Welle]