Pemilihan Umum 24 Juni, “Era Baru” Bagi Turki

ISTANBUL (UMMAT Pos) — Presiden Recep Tayyip Erdoğan menyebut pemilihan 24 Juni mendatang sebagai “era baru” bagi Turki. Pernyataan tersebut disampaikan saat berbicara di hadapan ribuan warga yang berkumpul di luar lokasi kongres provinsi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di Istanbul pada Ahad (06/05/2018).

Mengutip laporan media setempat, Yeni Safak, melalui pidatonya, Presiden Kharismatik Turki ini menegaskan bahwa Turki akan melaksanakan awal era baru bersama-sama dengan warganya pada 24 Juni.

“Negara kita bahkan tidak memiliki satu momen pun untuk kalah dengan sistem lama,” kata Erdogan.

Ditegaskan pula bahwa pemerintah Turki akan memberi kepada mereka yang ingin memisahkan kita tamparan terbesar pada 24 Juni.

“Kita akan menyebutnya sebagai tamparan Ottoman,” tambahnya.

Bulan lalu, parlemen meloloskan RUU menyerukan pemilihan awal pada 24 Juni, mengokohkan langkah Turki ke sistem presidensial.

Erdogan berjanji untuk menurunkan suku bunga dan inflasi menyusul pemilihan presiden dan parlemen pada 24 Juni.

Partai Keadilan dan Pembangunan mengumumkan manifesto pemilu

“Kami akan menjelaskan manifesto kami segera, saya berharap bahwa manifesto ini akan mengungkapkan masa depan sistem presidensial,” kata Erdogan dengan menambahkan bahwa setelah itu, pihaknya akan menjelaskan di Ankara apa yang telah mereka lakukan dan apa yang akan dilakukan dalam deklarasi pemilihan.

Pada tanggal 16 April 2017, Turki mengadakan referendum di mana mayoritas pemilih menyatakan diri mereka mendukung RUU pasal 18 yang mengubah sistem parlementer menjadi sistem kepresidenan. Di bawah perubahan, jumlah anggota parlemen di parlemen meningkat menjadi 600 dari 550, pemilihan presiden dan parlemen diadakan setiap lima tahun dan presiden dapat mempertahankan hubungan dengan partai politik mereka. Jabatan Perdana Menteri juga ditiadakan.

Erdogan telah menjabat sebagai presiden sejak 2014, ketika ia menjadi presiden pertama yang terpilih secara populer di Turki. Sebelum itu, ia menjabat sebagai perdana menteri dari tahun 2003 hingga 2014. Jika ia memenangkan pemilihan Juni, Erdogan akan menjadi pemimpin pertama Turki di bawah sistem presidensial. [fm/ys]

PILIHAN REDAKSI