Rasis, Sejumlah Tokoh Prancis Ingin Hapus Ayat Suci Al Quran

PARIS (UMMAT Pos) — Mantan bos majalah Charlie Hebdo, Philippe Val mencoba membuat sensasi baru dengan mengeluarkan pernyataan sikap terkait pandangannya terhadap kitab suci Umat Islam. Val menuntut penghapusan ayat Alquran karena menurutnya mengandung referensi kekerasan dan anti-semitis.

Pernyataan atau manifesto yang diterbitkan di Le Parisien pada 21 April 2018 tersebut turut ditandatangani 300 tokoh terkemuka, termasuk mantan Presiden Prancis, Nicholas Sarkozy. Selain itu, ada pula mantan Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls.

Sikap Val tersebut sontak menuai kecaman dari sejumlah tokoh internasional.

Dikutip dari Al Arabiya, Universitas Al Azhar menyatakan bahwa konteks ayat yang dipertanyakan itu berkaitan dengan kondisi peperangan.

Sementara itu, melalui akun Twitter pribadinya, Wakil Perdana Menteri Turki, Bekir Bozdag, mengecam manifesto sejumlah tokoh dan intelektual Prancis yang mendukung gerakan itu. Dia menyebut tindakan itu sebagai ” teroris versi Barat”.

BACA JUGA: Majalah Kontroversial Charlie Hebdo Kembali Sebarkan Islamofobia

Sementara, Anadolu Agency memberitakan bahwa Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Numan Kurtulmus, menyebut tindakan para tokoh dan cendekiawan itu tergolong barbar.

“Ini benar-benar barbarisme dan penyimpangan bahwa 300 orang, termasuk mantan Presiden Nicolas Sarkozy dan mantan Perdana Menteri Manuel Valls, menyiapkan deklarasi yang menuntut beberapa ayat di Alquran dihapuskan,” kata Kurtulmus.

Dia menambahkan, manifesto tersebut ditandatangani oleh orang-orang yang mencari cara untuk memerintah negara. “Tingkat rasisme dan [pendekatan] anti-agama sebenarnya menghina nilai-nilai Eropa sendiri,” kata dia.

Kurtulmus mengatakan, tuduhan terhadap Alquran merupakan pernyataan yang keji.

“Saya sangat mengutuk perhitungan politik keji mereka yang menuduh Alquran, yang merupakan satu-satunya sumber kebenaran untuk agama Islam yang berarti perdamaian dan pemuka agama tertinggi ini,” ujar dia. [fm]