Tabligh Akbar Sambut Ramadhan di Masjid Al-Markaz Bersama Direktur STIBA Makassar

MAKASSAR (UMMAT Pos) — Menjelang Ramadhan, Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Ustaz Dr. Muhammad Yusran Anshar Lc., MA menjadi pembicara dalam Tabligh Akbar Sambut Ramadhan 1439 H dengan tema “Menggapai Keagungan Ramadhan” yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah, di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Jalan Masjid Raya Makassar, Sabtu (12/5/2018).

Ustad Yusran mendahului materinya dengan menyebutkan tiga sifat bulan Ramadhan, yakni Ramadhan Mubarak, Ramadhan Karim dan Ramadhan Azhiim. Sifat yang ke-tiga inilah yang kemudian menjadi fokus pembahasan pada Tabligh Akbar kali ini.

“Disebutkan oleh Imam Ibnu Qayim rahimahullah dalam kitabnya Zaadul Ma’ad, begitu banyak makhluk ciptaan Allah yang mulia namun ada yang mendapatkan kekhususan atau keagungan. Misalnya Allah menciptakan tujuh langit namun langit ke-tujuh lah yang dipilih sebagai yang teragung. Juga diantara banyaknya manusia, Allah memilih Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai manusia teragung,” ungkapnya.

Pemuliaan itu bukan tanpa sebab, lanjut alumni Universitas Islam Madinah ini. Namun hasil dari penyeleksian dan pengutamaan dari Allah subhana wa taala dengan empat sebab.

Sebab pertama, lanjutnya, adalah karena menjadi bulan diturunkannya Alquran. Disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185, setiap yang berinteraksi dengan Alquran adalah mulia.

“Bulan diwajibkannya berpuasa menjadi sebab kedua, karena tak ada bulan yang diwajibkan orang-orang beriman berpuasa di dalamnya selain di bulan Ramadhan. Diikuti dengan sebab ketiga yakni ada fasilitas atau janji khusus dari Allah subhana wa ta’ala,” pungkas Doktor Ilmu Hadits Al-Madinah International University itu.

“Fasilitas yang dimaksud tersebut disebutkan dalam hadits shahih yabg diriwayatkan At-Tirmidzi yakni ‘Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup’ ,” jelasnya.

Sebab keagungan keempat lanjutnya adalah karena menjadi bulan yang paling afdhal untuk berdoa, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Mu’minun ayat 60.

Ustad kelahiran Ujung Pandang 46 tahun yang lalu ini menerangkan, keagungan ini akan didapatkan oleh kaum muslimin yang mampu memanfaatkannya dengan baik. Diantara ibadah inti yang harus dilakukan dengan taat agar mendapatkan keagungan tersebut antara lain ibadah puasa yang sesuai dengan sunnah.

“Puasa itu intinya adalah ‘Imsak’ yakni menahan diri dari kemaksiatan dan kesia-siaan. Karena kemaksiatan dibulan suci lebih besar dosanya dibanding di bulan yang lain,” terangnya.

“Tarawih ramadhan jangan dilewatkan walaupun sekali, karena walaupun ia adalah ibadah sunnah namun berpahala sama dengan ibadah wajib,” tukasnya.

Tiga ibadah inti terakhir, ungkap ustad Yusran adalah memperbanyak membaca sekaligus mengkhatamkan Alquran, memperbanyak sedekah, dan memanfaatkan dengan baik sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.

“Wasiat terpenting dari tabligh akbar ini adalah mari kita bermujahadah, berjihad memerangi hawa nafsu, sebelum kita diperhadapkan dengan jihad memerangi musuh-musuh Islam yang sesungguhnya,” tutupnya.

Tabligh Akbar ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilaksanakan oleh Wahdah Islamiyah, dengan salah satu rangkaiannya adalah sosialisasi program Ramadhan yang pada tahun ini antara lain penerbitan buku Mimbar Ramadhan, program Ramadhan Ukhuwah, dan penggalangan donasi Tebar Da’i Nusantara. [rh]

PILIHAN REDAKSI