Pengibaran bendera Israel di Papua adalah pelecehan terhadap NKRI

JAKARTA (UMMAT Pos) — Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana menyayangkan pihak kepolisian yang membiarkan aksi konvoi sambil mengibarkan bendera Israel di Papua beberapa waktu yang lalu.

“Kita prihatin kepada penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian kenapa tidak diberantas, dilarang,” ujar Eggi pada Jumat (18/5/2018).

Meskipun pihak penyelenggara konvoi tersebut sudah memberitahu kepolisian, Eggi tetap mempertanyakan tidak ada pelarangan. Ia menyalahkan pihak penegak hukum atas dibiarkannya aksi pengibaran bendera tersebut.

“Kalau memberitahu tapi kok tidak dilarang itu kesalahan dari pihak penegak hukum,” ujar Eggi.

Eggi menjelaskan pengibaran bendera Israel di Papua sebagai bentuk pelecehan terhadap negara. Berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Indonesia adalah negara yang berdaulat dan berbendera merah putih, bukan lambang israel atau Yahudi. Pengibaran bendera selain merah putih di Indonesia menurutnya adalah bentuk pelecehan terhadap lambang negara.

Atas dasar itu, Eggi menyatakan PA 212 memprotes keras tindakan pengibaran bendera Israel tersebut. Hanya saja pihaknya tidak ingin melakukan tindakan anarkis yang bertentangan dengan hukum.

“Oleh karena itu protes keras mohon diperhatikan harus ada penindakan, karena itu sudah jelas pelanggaran hukum dan penodaan agama, sekaligus ujaran rasa permusuhan,” kata Eggi.

Sebelumnya, Kapolda Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan konvoi sambil mengibarkan bendera Israel dilakukan oleh komunitas Sion Kids. Menurutnya, mereka menggelar acara peringatan budaya yang sudah menjadi tradisi.

“Pengibaran bendera Israel di Jayapura peringatan dari komunitas Sion Kids, ini komunitas masyarakat. Itu sudah seperti tradisi dan merupakan budaya,” ujar Boy pada Kamis (17/5/2018).

Boy mengatakan acara peringatan ini tidak memiliki kepentingan politik apapun. Boy menyebut komunitas ini mengagungkan budaya Israel yang berasal dari keturunan Adam. Boy mengatakan kegiatan mereka tidak mencerminkan dukungan terhadap Israel sebagai sebuah negara.

“Mereka dulu ada sejarah dengan pendeta Israel yang dulu pernah berdakwah datang ke Indonesia. Itu sekarang sudah jadi tradisi dan budaya. Itu saja tidak ada kepentingan lain,” kata Boy.

Sumber: CNNIndonesia.com

PILIHAN REDAKSI