Duterte akui Filipina tak mampu perang dengan Tiongkok saat ini

ZAMBOANGA CITY, FILIPINA (UMMAT Pos) — Presiden Rodrigo Duterte mengatakan negaranya tidak akan mampu berperang dengan Tiongkok, menanggapi seruan beberapa pihak yang menyarankannya memberikan respons lebih keras setelah Beijing dilaporkan mendaratkan pesawat pembom di kepulauan di Laut Cina Selatan yang masih diperebutkan.

“Saya tidak mampu berperang sekarang ini. Saya tidak bisa memasuki peperangan yang tidak bisa saya menangkan dan hanya akan mengakibatkan kerusakan bagi pasukan kami. Saya sangat ingin melakukan sesuatu yang lebih tegas. Tapi Anda tahu, ketika saya baru menjabat menjadi presiden, sudah ada permasalahan Laut Filipina Barat ini,” kata Duterte dalam pidatonya saat memperingati ulang tahun Angkatan Laut FIlipina ke-120 di Manila.

Pada 2012, Filipina secara resmi mengubah nama wilayah perairan di sebelah barat negara tersebut dengan Laut Filipina Barat, sebagai usaha untuk mengakui kedaulatan wilayahnya.

Duterte menekankan “keinginannya untuk membela” negaranya, namun di saat yang sama menolak melakukan aksi yang bisa merusak negara.

“Dalam perhitungan saya, perang akan sangat merugikan negara, dan kemungkinan kita akan kalah. Saya ingin Anda mengerti semua ini, mau diterima atau tidak, itulah kenyataannya.”

Duterte, meski begitu, meminta Angkatan Laut Filipina untuk terus melakukan tugasnya membela kedaulatan negara, terutama di Laut Filipina Barat.

“Saya meminta Anda melakukan tugas Anda, sehingga 120 tahun lagi, kita memiliki pasukan angkatan laut yang sangat kuat, kita bahkan mungkin bisa menginvasi negara-negara lain,” kata dia.

Beberapa ahli dan kritikus menyayangkan pemerintahan Duterte yang mengecilkan perselisihan Manila dengan Beijing.

Wakil Presiden Lani Robredo dan beberapa anggota parlemen lain telah meminta pemerintah untuk melayangkan protes diplomatik kepada Tiongkok.

“Kami meminta Kementerian Luar Negeri untuk mengirimkan nota diplomatik atas perkembangan ini sehingga kami bisa menyuarakan keberatan kami atas aksi Tiongkok,” kata Robredo melalui pernyataan tertulis.

Robredo berkata aksi Tiongkok ini merupakan ancaman bagi keamanan Filipina dan seluruh negara di kawasan.

Vietnam telah mengutuk Tiongkok karena mendaratkan pesawat pengebom di kepulauan yang terdapat di kawasan perairan yang sedang diperebutkan, namun Filipna sejauh ini hanya menyatakan masih mengikuti perkembangan dengan dekat.

Beijing mengklaim nyaris seluruh wilayah Laut Cina Selatan. Negara-negara Asia Tenggara seperti Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga saling mengakui kepemilikan perairan tersebut.

Pada 2016, Pengadilan Arbitrase di The Hague menyatakan bahwa klaim Beijing di perairan yang kaya akan sumber daya alam ini tak mempunyai dasar legal. Arbitrasi ini dimulai oleh Filipina, yang mengatakan “hak-hak berdaulat” mereka dilanggar oleh Tiongkok. Tiongkok menolak keputusan itu.[fm/anadolu agency]

PILIHAN REDAKSI