Fahri Hamzah Batal Ceramah di UGM, Karena Tak Masuk Daftar Kemenag?

JAKARTA (UMMAT Pos) — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fadli Zon turut berkomentar terkait kabar Fahri Hamzah dibatalkan pihak Universitas Gajah Mada (UGM) untuk mengisi ceramah tarawih di masjid kampus UGM.

Ia mengatakan bahwa pembatalan ini merupakan bagian dari teror terhadap demokrasi.

“Bagian dr teror thd demokrasi,” demikian tulis politisi Partai Gerindra itu melalui akun twitternya, @fadlizon menanggapi ciutan akun @maspiyuuu yang mencuitkan bahwa Fahri Hamzah secara mendadak dilarang ceramah Tarawih di Masjid UGM.

Diketahui nama Fahri Hamzah terlampir dalam daftar penceramah yang akan mengisi ceramah di masjid kampus UGM selama bulan Ramadan.

Fahri menceritakan pengalamannya yang batal memberikan ceramah tarawih di UGM Yogyakarta, karena pihak kampus ditekan oleh pihak istana.

“Saya kemarin ini dari UGM Yogyakarta, paginya saya ketemu Sultan bicara cukup panjang, sangat akrab. Setelah itu ada acara di Universitas Islam Indonesia (UII) buka puasa bersama, nah harusnya saya memberikan ceramah tarawih di UGM Yogjakarta. Tapi, rektornya ditekan oleh pihak Istana, sehingga rektornya menekan masjidnya. Masjidnya minta maaf ke saya,” terang politisi dari PKS itu seperti dilansir rilis.id.

Fahri mengaku heran dengan tindakan yang dilakukan pihak Istana yang melarang kampus menggelar acara yang mengundang dirinya.

“Apa masih ada gunanya larangan? Ini saya ngomong lagi di-streaming. Lebih dari 2 juta setengah orang nonton. Mau di kampus atau dimana pun, bisa ditonton jutaan orang. Tapi Istana ini, dengan mentalitas jadulnya itu melarang. Apa sih pikirannya itu? Jadi mereka anggap masih ada gunanya yang namanya breidel dan larangan itu,” ujar Fahri.

Padahal, menurut pendiri KAMMI ini, media sosial (medsos) sekarang ini melekat di tangan setiap orang dan bisa memviralkan dirinya dengan caranya sendiri, tanpa bisa dilarang-larang.

“Tapi kok masih bisa dilarang-larang? Orang menulis status, ditangkap. Bung Ahmad Dhani, salah satunya menulis di Twitter ditangkap. Saya dengar katanya, Twitter-nya yang followers-nya 2,7 juta diambil alih dengan paksa,” cetusnya.[fm]

PILIHAN REDAKSI