Ustaz Bachtiar Nasir batal hadiri undangan diskusi Ali Mochtar Ngabalin

JAKARTA (UMMAT Pos) — Mantan Ketua Umum Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) MUI Ustaz Bachtiar Nasir batal datang ke acara diskusi yang digagas Badan Koordinasi Mubaligh se-Indonesia (Bakomubin) pimpinan Ali Mochtar Ngabalin yang diagendakan akan berlangsung besok, Senin (28/5/2018) di  Aula Masjid Cut Meutia, Jakarta.

Ustaz Bachtiar yang berhalangan hadir, di hari yang sama mengaku akan menghadiri acara di luar kota. “Tidak bisa. Saya punya acara di Gorontalo,” katanya pada Ahad, (27/5).

Acara ini mendapat perhatian publik, karena da’i kondang yang akrab disapa UBN itu tidak masuk dalam daftar 200 mubaligh versi Kemenag. Padahal, dia termasuk penceramah kondang. “Mungkin belum kenal. Kalau sudah kenal enggak kayak gitu. Mungkin belum kenal aja,” ujar dia di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (18/5) malam.

Menurut dia rilis Kemenag cuma untuk kepentingan kementerian. Bukan berarti, ulama di luar daftar tidak kompeten.

Dia menambahkan, jumlah ulama di Indonesia sangat banyak sehingga tak mungkin Kemenag memasukkan nama mereka semua dalam daftar.

Sebagaimana diketahui, acara bertajuk Pro Kontra Mubaligh Indonesia di Tahun Hukum ini, rencananya akan digelar di Aula Masjid Cut Meutia, Senin (28/5) pukul 15.30 WIB.

“Alhamdulillah, semua narasumber sudah menyatakan siap hadir,” ucap Ketua Umum PP Bakomubin, Dr Ali Mochtar Ngabalin MA, pada Jumat (25/5).

Selain mengundang Ustaz Bachtiar Nasir dalam acara diskusi tersebut, penyelenggara acara juga akan menghadirkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Tak hanya itu, acara tersebut akan menghadirkan sejumlah tokoh lainnya seperti Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA, Imam Besar Masjid Istiqlal,  pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Dr Adian Husaini, pengamat Dr Irman Sidin, dan Prof Effendi Ghazali PhD sebagai penanggap utama.

“Rencananya kita gelar acara ini Jumat (25/5) hari ini. Tapi karena ada acara juga di Masjid Cut Meutia, maka kami harus menggeser acara ke Senin (28/5),” tambah Ngabalin.

Khawatir dengan langkah Kemenag, sejumlah penceramah yang namanya dicantumkan dalam rilis Kemenag pun protes dan meminta namanya dikeluarkan dari daftar list. Diantara penceramah yang melakukan protes adalah K.H Fahmi Salim, LC MA. Hal tersebut disampaikan langsung di salah satu stasiun TV nasional. Ustaz Yusuf Mansur juga menolak namanya dimasukkan dalam list Kemenag tersebut.[fm/indopos]

PILIHAN REDAKSI