Setelah ramai di media, e-KTP baru dimusnahkan dengan gunting secara manual

JAKARTA (UMMAT Pos) — Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk segera melakukan audit terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pengiriman E-KTP dan harus dilakukan trasnparansi kepada publik.

Legislator F-PKS ini juga menyayangkan antisipasi temuan tersebut yang dinilainya sebagai bentuk keteledoran. “Setelah rame di media, baru tergerak untuk memusnahkan e-KTP dengan gunting secara manual. Sejak 2014 kemana saja dan siapa yg mengawasi?. eKTP rusak dan valid, secara fisik sama dan tidak ada bedanya. Ini jelas Bisa disalahgunakan,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya Senin (28/05/2018).

Mardani seperti dilansir laman pks.id juga mengungkapkan keanehan dalam kasus berserakannya E-KTP domisili Sumatera Selatan di Jalan Raya Bogor, Jawa Barat. Setidaknya, menurut Mardani terdapat tiga hal yang harus dikritisi.

“Pertama, pemerintah harus mengakui bahwa ini adalah bentuk keteledoran. Disaat masyarakat banyak kesulitan mendapatkan E-KTP, tiba-tiba ada banyak E-KTP bersebaran di Jalan Raya Bogor,” ujar penggagas gerakan #2019GantiPresiden.

Kedua, Mardani heran dengan penjelasan dari Dirjen Dukcapil yang menyebutkan bahwa E-KTP Sumatera Selatan tersebut rusak.

“Nah ini, bagaimana E-KTP rusak punya Sumatera Selatan adanya di Jawa Barat. Bukankah kalau ada kesalahan mestinya dihancurkan di tempat? Untuk apa E-KTP rusak dikumpulkan?,” tanyanya.

Selanjutnya, Mardani khawatir bahwa kasus ini akan menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Ini bukan masalah kecil, kasus ini dapat menimbulkan prasangka di kalangan Masyarakat terhadap pemerintah, apalagi sekarang menjelang Pilkada serentak dan Pilpres, kita semua tau fungsi E-KTP sangat vital menjelang Pilkada dan Pilpres,” katanya.

Diketahui, sebulan menjelang hari pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018, publik dikejutkan dengan insiden tercecernya kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP. Ribuan keping e-KTP “berserakan” di Jalan Simpang Salabenda Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Sabtu siang, 26 Mei 2018.

Selain di Jalan Simpang Salabenda, ribuan e-KTP juga ditemukan tercecer di Jalan Raya Sawangan, Depok. Jatuhnya beberapa kardus berisi e-KTP dari sebuah truk bak terbuka di Jalan Simpang Salabenda dan Jalan Sawangan itu akhirnya mengundang pertanyaan dan masalah.

Sejumlah media tanah air, seperti viva turut melaporkan bagaimana kini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjadi sasaran kritik atas temuan tersebut. Proses pengawasan Kemendagri dalam distribusi data kependudukan pun dipermasalahkan.

“Ada kasus ribuan KTP elektronik yg tercecer. Dan ada lebih dari 805 ribuan e-KTP rusak yang ditemukan di gudang aset Kemendagri, Bogor. Sekarang investigasi menyeluruh,” ungkap Mardani,” ujar Mardani.

Oleh karenanya, Mardani meminta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah tersebut sebelum membesar dan menimbulkan rasa tidak percaya kepada pemerintah.[fm]

PILIHAN REDAKSI