Yusril puji keberanian Majelis Hakim yang vonis bebas Alfian Tanjung

JAKARTA (UMMAT Pos) — Pakar hukum Prof. Yusril Ihza Mahendra bersyukur Ustaz Alfian Tanjung akhirnya dibebaskan oleh majelis hakim Pengadilan Jakarta Pusat. Ustaz Alfian tidak terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana, sehingga dia dibebaskan atau dilepaskan dari segala tuntutan hukum.

Dalam kapasitasnya sebagai guru besar hukum tata negara, Yusril dihadirkan ke persidangan Alfian untuk didengar keterangannya sebagai ahli, apakah yang dilakukan Alfian termasuk tindak pidana atau bukan. Ketika itu, dengan tegas Yusril mengatakan bahwa Alfian berbicara sebagai warganegara yang dijamin haknya untuk mengekspresikan pendapat, tanpa harus dianggap ucapannya sebagai ujaran kebencian. Sebagai seorang ustadz, Alfian wajib berdakwah melakukan “al amru bil ma’ruf wan nahyu ‘anik munkar”.

Yusril juga memuji keberanian majelis hakim PN Jakarta Pusat yang tetap berani memutuskan perkara dengan adil, tanpa khawatir tekanan dari pihak-pihak luar.

“Saya berharap perkara Ustadz Alfian Tanjung selesai, karena terhadap putusan lepas dari segala tuntutan hukum mestinya tidak ada banding dan kasasi. Karena itu mari kita junjung tinggi demokrasi dan kebebasan menyatakan pendapat” kata Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini seperti dikutip Ummat Pos pada Rabu, (30/5/2018).

Majelis hakim berpendapat, Alfian hanya mengcopy paste tulisan politisi PDIP Dr Ribka Tjiptaning dalam buku berjudul “Aku Bangga Jadi Anak PKI” yang mengatakan bahwa 85% PDIP isinya adalah kader PKI. Tulisan dalam buku Dr Ribka tidak pernah dibantah oleh pimpinan PDIP. Buku itu beredar bebas dan telah dicetak sekitar 2 juta exemplar. Namun anehnya, Sekjen PDIP yang dihadirkan sebagai saksi di persidangan mengatakan tidak tahu tentang buku Dr Ribka Tjiptaning itu.

Dengan demikian apa yang dikutip Alfian, tidaklah termasuk ujaran kebencian sebagaimana dimaksud oleh Pasal 29 ayat 2 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Maka demi keadilan, Alfian harus dibebaskan atau dilepaskan dari segala tuntutan hukum, jelas Yusril.

Ustaz Alfian merupakan salah satu da’i yang prihatin dengan ancaman paham dan ajaran Komunisme yang secara resmi dilarang di Indonesia. Karena itu, sangat mengherankan jika PDIP tidak bereaksi atas tulisan Dr Ribka dalam bukunya yang sudah beredar luas.

Sebaliknya, ketika Alfian mengutipnya, Sekjen PDIP Hasto Kristianto atas nama partai malah mengadukan Alfian ke polisi dengan tudingan melakukan ujaran kebencian. [fm]

PILIHAN REDAKSI