Sempat Dijadikan Tersangka, Santri yang Lawan Begal Ini Akhirnya Terima Penghargaan

BEKASI (UMMAT Pos) — Muhammad Irfan Bahri, pemuda 19 tahun menjadi perbincangan di media sosial. Hal ini lantaran aksi berani Irfan melawan dua begal hingga seorang begal tewas di Kota Bekasi. Kisah pemuda asal Madura ini semakin viral saat Irfan sempat dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian.

Kamis (31/5/2018), apa yang terjadi pada Irfan kembali viral di media sosial. Meski sempat menjadi tersangka, hari ini Irfan justru mendapat penghargaan dari Kapolresta Bekasi.

Kasus ini bermula ketika Irfan menjadi korban pembegalan di Jembatan Summarecon, Bekasi, Rabu (23/7/2018) sekitar pukul 01.00 WIB. Irfan berkunjung ke rumah pamannya di Jalan Agus Salim RT 04 RW 07 Kelurahan Bekasi Jaya, kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat untuk liburan.

Kala itu, ia bersama sepupuhnya, Achmad Rafiki (AR), hendak berfoto-foto di jembatan itu. Tiba-tiba, keduanya didatangi dua orang yang diduga pembegal Aric Saipulloh (18) dan Indra Yulianto.

Sambil mengacungkan celurit, dua pembegal itu meminta ponsel dari kedua calon korbannya. Irfan Bahri melawan sehingga mampu merebut senjata dari pelaku bekal yang diketahui bernama Aric Saipulloh. Ia memakai senjata itu untuk menyerang balik Aric Saipulloh dan Indra Yulianto.

Akibatnya, dilansir Warta Kota, Irfan Bahri mengalami 6 luka bacokan di punggung, tangan, pelipis, dan paha. Sepupunya, Achmad Rafiki terkena satu bacokan di punggung.

Pelaku begal, Aric Saipulloh dikabarkan tewas seusai mendapat perawatan di RS Anna Media, sementara rekannya, Indra Yulianto masih dirawat di RS Polri Kramat Jati karena mengalami luka bacokan di bagian kepala dan punggung.

Santri yang Jago Beladiri

Muhamad Irfan Bahri (19) korban begal di jembatan Summarecon Kota Bekasi yang menyerang balik pembegal hingga tewas ternyata merupakan santri dari Pondok Pesantren Darul Ulum Bandungan, Kabaputen Pamekasan, Madura.

Tindakan Irfan yang berhasil melumpuhkan pelaku begal, selain karena reflek. Ia juga mengaku kerap mengikuti kegiatan bela diri silat di Pondok Pesantrennya.

“Iya selain belajar agama, saya memang diajarin bela diri.”

“Jadi pas waktu berhadapan dengan begal engga tahu reflek aja bisa nangkis dan berfikiran untuk melawan balik pelaku,”tuturnya saat ditemui di rumah pamannya di Jalan Agus Salim RT 04 RW 07 Kelurahan Bekasi Jaya, kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (29/5/2018) seperti dikutip Tribunnews.com.

Ketika mendapatkan serangan balik dari Irfan, pelaku bekal bahkan meminta ampun dan akhirnya menyerahkan telepon genggamnya milik sepupunya dari tangan pelaku.

Sempat Jadi Tersangka

Irfan sempat ditetapkan jadi tersangka. Penetapan status tersebut diucapkan Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih, Senin (28/5/2018).

“MIB kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Aric Saipulloh meski secara keterangan MIB mengaku membela diri dari serangan begal,” katanya di Bekasi seperti dikutip dari Warta Kota.

Irfan Bahri dijerat pasal 351 ayat 3 KUHP tentang hilangnya nyawa seseorang. Namun, tidak sampai sehari berselang, Irfan Bahri bukan lagi tersangka melainkan saksi.

Jairus Saragih mengatakan status tersangka pada Irfan Bahri bisa gugur andai tim ahli dan akademisi berpendapat lain. Ia menjelaskan bahwa pihaknya dalam hal ini melibatkan dua tim ahli dari kalangan akademisi.

“Kami minta masukan apakah perbuatan MIB bisa dikatakan sebagai bela diri atau tidak,” katanya.

Menurutnya, polisi harus menunggu sepekan untuk mendapatkan masukan dari ahli sekaligus meng-update status Irfan Bahri.

“Pendapat ahli nanti bisa menggugurkan status tersangka MIB bila memang perbuatannya itu masuk dalam kriteria membela diri,” katanya.

Namun, tidak sampai sehari berselang, Irfan Bahri bukan lagi tersangka melainkan saksi. Perubahan status itu tak dikaitkan dengan pendapat ahli tapi dianggap sebagai “salah pemberitaan”.

“Saya ingin meluruskan beberapa pemberitaan yang salah untuk MIB, statusnya masih sebagai saksi,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, Selasa (29/5/2018), dikutip dari Tribun Jakarta.

Menurut dia, ada dua kasus dalam perkara itu. Pertama, kasus perampokan atau begal dimana Indra Yulianto sebagai tersangka. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Indra Yulianto sempat memberi keterangan palsu soal peristiwa itu.

Kedua, kasus dugaan penganiayaan yang oleh Irfan Bahri yang berujung tewasnya Aric Saipulloh. Irfan Bahri menjadi saksi.[fm]