Ribuan Orang Antar Jenazah Razan Najjar ke Peristirahatan Terakhir

GAZA CITY (UMMAT Pos) — Ribuan orang tumpah ruah di jalanan Gaza pada Sabtu (2/5/2018). Mereka mengantarkan jenazah Razan Najjar, seorang perawat medis yang meninggal dunia setelah ditembak tentara Israel sehari sebelumnya. Razan Najjar meninggal dunia saat sedang memberikan pertolongan kepada demonstran yang terluka di perbatasan Gaza.

Najjar menghembuskan napas terakhir tidak lama setelah peluru dari tentara Israel bersarang di dadanya.

Menurut Juru Bicara Kementerian Ashraf Al-Qudra, Najjar mengenakan jas putih ala petugas medis ketika ia ditembak.

BACA JUGA: Relawan Medis Belia, Razan Al-Najjar Meninggal Ditembak Tentara Israel

Najjar merupakan penduduk Khuzza, sebuah desa pertanian yang terletak di dekat perbatasan dengan Israel.

Hingga akhir hidupnya, Razan Najjar ingin membuktikan bahwa wanita bisa mempunyai andil dalam masyarakat Palestina di Gaza.

“Menjadi tenaga medis bukan hanya pekerjaan untuk seorang pria, tapi untuk wanita juga,” kata Razan al-Najjar dalam sebuah wawancara di kamp protes Gaza bulan lalu.

Razan Najjar juga pernah berkata kepada ayahnya sebelum dia meninggal dunia.
Ia mempunyai tekad untuk menyelamatkan nyawa dan memberi pesan damai kepada dunia.

“Kami memiliki satu tujuan, untuk menyelamatkan nyawa dan mengevakuasi orang. Dan mengirim pesan ke dunia: Tanpa senjata, kita bisa melakukan apa saja,” ujar ayah Najjar.

Berdasarkan laporan New York Times, saat itu tentara Israel menembakkan dua atau tiga peluru dari seberang pagar dan mengenai bagian tubuh Najjar.

Pejabat kesehatan Gaza menyebut, Razan Najjar adalah orang Palestina ke-119 yang tewas sejak dimulainya aksi protes pada Maret Lalu.

Dilaporkan, Najjar adalah wanita kedua yang meninggal dunia. Adapun yang pertama seorang esniys remaja pengunjuk rasa.

Sementara itu, militer penjajah Israel berdalih tindakan pasukannya ‘sesuai dengan prosedur operasi standar.’

“IDF (Pasukan Pertahanan Israel) terus bekerja untuk menarik pelajaran operasional dan mengurangi jumlah korban di wilayah pagar keamanan Jalur Gaza,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.[fm]