Berkah Ramadhan, WNI ini Bebas dari Ancaman Hukuman Mati

RIYADH, ARAB SAUDI (UMMAT Pos) — Setelah melalui proses hukum yang panjang dan alot, akhirnya  Pengadilan Provinsi Timur Arab Saudi akhirnya membebaskan Nurkoyah binti Marsan Dasan asal Karawang dari hukuman mati. Lolosnya Nurkoyah dari hukuman mati menyusul dua WNI asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kembali ke Tanah Air pekan ini.

Sumiyati dan Masani telah mendarat di Lombok setelah pengadilan Arab Saudi menolak tuntutan hukuman mati (qisas) terhadap keduanya, hari ini Kamis (7/6/2018).

Nurkoyah dituduh melakukan tindak pidana ghilah (pembunuhan dengan pemberatan). Yakni pembunuhan berencana terhadap anak majikan bernama Masyari bin Ahmad Al-Busyail yang masih berusia tiga bulan. Dia dituduh sengaja mencampurkan obat tertentu dan racun tikus ke dalam botol susu.

“Sejak ditangkap pada 9 Mei 2010, akhirnya 31 Mei 2018 Nurkoyah memperoleh kepastian bahwa putusan hakim yang menolak tuntutan qisas dan diyat terhadap dirinya telah berkekuatan hukum tetap dan dinyatakan selesai,” kata Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel lewat rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (7/6).

Keputusan yang mengesahkan lolosnya Nurkoyah dari hukuman mati tersebut ditandatangani oleh Hakim Muhammad Abdullah Al-Ajjajiy.

Selama tahapan proses hukum, Nurkoyah mendapatkan pendampingan intensif dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Arab Saudi. KBRI Riyadh menunjuk Pengacara Mishal Al-Sharif untuk mengawal dan memberikan pembelaan hukum terhadap Nurkoyah.

“Setelah tuntutan qisas terhadap dirinya ditolak oleh Pengadilan, Nurkoyah mendapatkan secercah harapan untuk dibebaskan dan segera pulang menemui keluarganya di Karawang, terutama sang ibu yang kesehatannya sudah menurun,” kata Dubes Agus Maftuh.

KBRI Riyadh pun langsung mengambil langkah-langkah untuk pemulangan Nurkoyah. “Namun asa dan kesempatan bertemu keluarga di tanah air yang tinggal di depan mata tersebut terpaksa ditunda dan nyaris buyar karena Nurkoyah harus kembali berurusan dengan proses hukum setelah majikannya, Khalid Al-Busyail kembali mengajukan tuntutan diyat atau atas tuduhan telah melakukan kelalaian sehingga anak kandungnya meninggal dunia,” papar dubes yang juga dosen Hadits Hukum di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, tersebut.

KBRI Riyadh kemudian menindaklanjuti putusan tersebut dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk proses pemulangan Nurkoyah ke Indonesia.

KBRI Riyadh telah melakukan komunikasi dengan Pengacara. Lalu pada 4 dan 5 Juni 2018 melakukan kunjungan ke Penjara Dammam tempat Nurkoyah ditahan untuk melakukan koordinasi serta menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan bagi penerbitan exit permit pemulangan Nurkoyah.

KBRI Riyadh juga berbicara langsung dengan Nurkoyah untuk menyampaikan kabar gembira tersebut sekaligus memantau kondisi Nurkoyah di Penjara. “Nurkoyah akan dipulangkan ke Indonesia segera setelah exit permit dan dokumen-dokumen lain selesai diterbitkan,” kata dubes tersebut. (fm)

PILIHAN REDAKSI