Inilah 10 Rekomendasi Hasil Pertemuan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara

JAKARTA (UMMAT Pos) — Sekretaris Rabithah Ulama dan Da’i Asia Tenggara, Dr. Jeje Zaenuddin membacakan 10 poin rekomendasi yang dihasilkan dalam pertemuan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Afrika dan Eropa yang berlangsung selama empat hari di Hotel Grand Cempaka, Jakatya pada Jumat, (6/7/2018).

Pada poin pertama, Ustaz Jeje yang selaku Steering Committee pada Multaqo ke-5 menyatakan bahwa para ulama dan da’i se-Asia Tenggara sepakat menekankan tentang pentingnya rahmat dalam Islam dan hidup berdampingan secara damai dan harmoni antara Muslim dan non-Muslim, dan bahwa cinta terhadap kebaikan antarsesama merupakan hal yang baik, maka seharusnya tidak menginginkan keburukan untuk dirinya sendiri dan orang lain.

Kedua, untuk mencapai persatuan dan kesatuan di antara ummat, perlu berpegang kepada Alqur’an dan Assunnah dengan pemahaman yang komprehensif dan terintegrasi yang sejalan dengan kaidah-kaidah ilmiah dan praktis yang telah disusun oleh para ulama otoritatif dari masa ke masa.

“Ketiga, pentingnya membangun kemitraan kerja sama antara lembaga-lembaga dakwah dengan berbagai lembaga-lembaga ilmiah dan pendidikan, baik pemerintah atau swasta, dalam rangka mencapai perdamaian, stabilitas, kemajuan, pembangunan dan kemakmuran dalam naungan ridha Allah Subhanahu wa ta’ala,” kata Jeje saat ditemui di lokasi penyelenggara acara, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jum’at (6/7/2018).

Berita terkait:

Tutup Pertemuan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Gubernur DKI Jakarta Harap Acara Berikutnya Lebih Baik Lagi

Kemudian, ia melanjutkan, penting meningkatkan peran strategis lembaga-lembaga dakwah dan kontribusinya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Muslim di berbagai bidang dan disiplin ilmu dalam rangka mewujudkan misi khairu ummah dan ummatan wasathan.

Kelima, memperkuat posisi keluarga sebagai institusi terkecil dan fondasi dasar bangsa dan negara, melalui pendidikan dan pengembangan karakter yang mulia yang sejalan dengan ajaran Islam yang hanif.

Jeje menyebutkan, rekomendasi multaqo kali ini mendorong para ulama dan da’i untuk melakukan revolusi penyampaian dakwah yang cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT) dan media sosial sebagai media untuk menyampaikan dakwah Islam yang berorientasi kepada budaya literasi.

Selanjutnya, masih Jeje, mengingat Indonesia adalah negara Muslim terbesar dalam hal jumlah penduduk, maka harus memainkan peran utama dalam menciptakan perdamaian dunia melalui dakwah dan pendidikan yang didukung oleh kebijakan pemerintah yang benar.

Untuk itu, poin setelahnya, karena Jakarta sebagai Ibu Kota Negara memiliki berbagai keragaman agama, etnis, sosial, budaya, dan lain-lain, maka setiap orang yang bekerja di bidang dakwah Islam harus mengambil metode dan strategi yang dapat membina dan mempertahankan kohesi sosial.

“Kesembilan, memperkuat kedudukan Kota Jakarta sebagai pusat peradaban berbasis dakwah dan pendidikan Islam di konteks nasional dan internasional,” terang Jeje.

Terakhir, Jeje mengimbuhkan, akan membentuk panitia khusus untuk merealisasikan seluruh keputusan forum multaqo tersebut dengan melibatkan semua unsur-unsur terkait.

Laporan : Yahya G. Nasrullah/Islamic News Agency (INA)/Jurnalis Islam Bersatu (JITU)

Editor : Faisal