Pengadilan Israel bebaskan seorang warga Turki dengan Syarat

YERUSALEM (UMMAT Pos) — Pengadilan militer Israel pada hari Senin(9/7) memutuskan membebaskan seorang warga Turki, Ebru Özkan, dengan syarat, setelah ditahan selama sekitar satu bulan. Wanita berkebangsaan Turki tersebut belum diizinkan untuk berkomunikasi dengan keluarganya di Turki.

Omar Kamisa, seorang pengacara untuk kewarganegaraan Turki, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “Pengadilan Militer Israel di Salem (Utara), memutuskan untuk membebaskan Özkan di bawah pengawasan yudisial.”

Mengutip Anadolu Agency lebih lanjut mengabarkan pengacara tersebut menyatakan bahwa pihak pengadilan militer memutuskan untuk melepaskan Özkan dengan syarat bahwa paspornya disita dan meminta bayaran uang 15.000 syikal Israel (sekitar $ 4.200). Selain itu  Özkan juga diwajibkan melaporkan keberadaannya di kantor polisi terdekat di Israel dua kali sepekan.

Keputusan pengadilan tersebut berlaku jika penuntut militer tidak keberatan hingga pukul 17.00 waktu setempat (1500 GMT) pada hari Selasa.

“Jika tuntutan militer Israel tidak memiliki bukti yang cukup kepada pengadilan, maka keputusan untuk membebaskan Özkan di bawah pengawasan peradilan akan menjadi keputusan akhir,” kata Khamisa.

Dia juga menjelaskan bahwa jika pihak jaksa penuntut mengajukan keberatan atas keputusan pengadilan militer, maka keputusan akan dialihkan ke pengadilan yang lebih tinggi.

Özkan ditangkap pada 11 Juni di Bandara Ben-Gurion saat ia akan kembali ke Istanbul setelah mengunjungi Yerusalem. Ia menghadapi beberapa tuduhan diantaranya membantu Hamas, gangguan ketertiban umum negara dan membawa sejumlah uang dan memberikan layanan kepada pihak yang menjadi musuh Israel.

Namun, pihak Ozkan membantah semua tuduhan, dan menegaskan bahwa kehadirannya tidak ada hubungan dengan gerakan, “Hamas,” menurut Khamisa.

Laporan: Saifullah Abubakar

Editor: Faisal