Gubernur Anies Baswedan Instruksikan Wali Kota Rutin Gelar Pengajian

JAKARTA (UMMAT Pos) — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuka pengajian yang digelar Majelis Taklim Ar-Rasyid di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Jalan Taman Surapati, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu yang lalu.

“Saya akan sampaikan kepada para Wali Kota baru agar meningkatkan interaksi dengan Majelis Taklim Ar-Rasyid dan mendukung kegiatan yang dilakukannya, salah satunya dengan rutin menggelar pengajian,” ujar Anies di hadapan ratusan jemaah. Ia mengharapkan para Wali Kota agar mendukung majelis tersebut yang secara rutin tiap bulan menggelar pengajian secara bergiliran di 5 Kantor Wali Kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Anies juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Majelis Taklim Ar-Rasyid yakni Ustadz KH Salim Tohir alias Salto dan Wakil Ketua FKDM DKI Jakarta Budi Siswanto yang memprakarsai pengajian tersebut.

“Insya Allah amal ibadah ini akan mendapat imbalan yang setimpal, kelak,” harap Anies sambil menambahkan usai merombak jajaran Wali Kota, pihaknya akan mengganti para Camat dan Lurah. “Kami sedang memproses rencana perombakan,” tandasnya.

Majelis Taklim Ar-Rasyid merupakan bentukan dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta yang terdiri dari para aktivis yang kritis. Melalui wadah ini, diharapkan FKDM pimpinan Rico Sinaga turut berkontribusi menyampaikan pesan moral yang berkah bagi masyarakat.

Sebelumnya, Ustadz Salto menyampaikan putusan Gubernur menempatkan sosok Wali Kota baru sangat pas. Contohnya, Wali Kota Jakpus kini diemban tokoh Betawi muslim yakni Bayu Meghantara. “Wali Kota Jakbar Rustam Effendi ini juga ustadz yang kembali pulang ditunggu-tunggu warga Jakbar,” ucapnya.

Begitu pula Wali Kota Jaksel, Marullah Mat Ali juga tokoh Betawi religius. Kemudian, Wali Kota Jaktim, Anwar juga tokoh Betawi religius. “Lalu Wali Kota Jakut Syamsudin Lologau sebaga putra Bugis yang agamis serta Bupati Husein Murod. Itu pas semua,” papar Salto.

Sedangkan Budi Siswanto menambahkan FKDM membentuk majelis ini sebagai salah satu bentuk dukungan moral dan spiritual terhadap Gubernur. “Nama majelis diambil dari nama tengah Pak Gubernur. Sesuai arahan Pak Gubernur, majelis ini tiap bulan akan mengadakan pengajian rutin,” kata Budi sambil menambahkan pada pengajian rutin bulan ke-5 menghadirkan penceramah Prof DR KH Dedy Djubaedi dengan tema ceramah berjudul ‘Meningkatkan Amaliyah Pasca Ramadhan 1439 H’. (fm)

PILIHAN REDAKSI