Direktur PTAI: Ada Lebih dari 5 Ribu Pendaftar Universitas Al Azhar Tahun Ini

JAKARTA (UMMAT Pos) — Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama akan segera mengumumkan tambahan peserta yang dinilai lulus seleksi kuliah S1 di Timur Tengah. Kepastian adanya tambahan peserta lulus ini disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim.

“Ada lebih 200 peserta lagi yang dinyatakan lulus seleksi S1 Timur Tengah. Akan kita segera umumkan,” jelas Arskal Salim di Jakarta, Jumat (20/07).

Seleksi S1 Timur Tengah diikuti oleh lebih dari 6.500 peserta dari total 9.737 siswa yang mendaftar secara online. Mereka mendaftar di beberapa perguruan tinggi pilihan yang terdapat di Mesir, Sudan, Maroko, dan Libanon. Pada 4 Juli 2018 lalu, Kementerian Agama telah mengumumkan 1.925 peserta yang dinyatakan lulus seleksi Non Beasiswa/Mandiri Universitas Al Azhar Mesir dengan rincian 1606 Peserta Lulus dan 319 Peserta cadangan.

Ada tambahan untuk alokasi ke Mesir non beasiswa, alokasi Gontor beasiswa ke Mesir, dan alokasi beasiswa AMCI ke Maroko.

“Untuk tujuan Mesir, ada tambahan peserta lulus seleksi non beasiswa sebanyak 152 orang. Selain itu, dari alokasi lulusan Pesantren Gontor juga ada tambahan 42 orang,” tuturnya.

Bersamaan dengan itu, lanjut Arskal, akan diumumkan juga peserta yang ikut lolos seleksi S1 di Maroko. Total ada 15 peserta yang dinyatakan lulus melalui beasiswa AMCI (Agence Marocaine de La Coopération Internationale) yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi Maroko.

“Untuk alokasi beasiswa ke Sudan masih menunggu jawaban dari Kedubes Sudan,” jelas Arskal.

Arskal menambahkan bahwa animo siswa Indonesia untuk melanjutkan studi ke Timur Tengah sangat tinggi. Meski beasiswa dari Al Azhar Cairo melalui Kementerian Agama hanya 20 orang, namun peminat kuliah di Al Azhar sangat banyak, meski harus biaya sendiri.

“Ini terlihat dari jumlah peserta yang mendaftar ke Al Azhar lebih lima ribu orang, dari total pendaftar. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu yang berjumlah lima ribuan,” jelasnya.

Kepala Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Agus Sholeh menjelaskan, tahun ini ada permintaan dari KBRI Kairo dan Al Azhar Kairo agar calon mahasiswa dari Indonesia ditingkatkan kemampuan Bahasa Arabnya. Untuk itu, Kementerian Agama meningkatkan standar kelulusan dalam tes ini.

“Kalau tahun lalu Kementerian Agama menentukan standar kelulusan minimal rata-rata 6.5, tahun ini standarnya adalah 7.00,” tegasnya.
“Tahun depan, kita juga akan tingkatkan standar kelulusannya menjadi 8.00,” smabungnya.

Menurut Agus, Kementerian Agama berharap siswa yang melanjutkan belajar di Al Azhar Cairo dan perguruan tinggi di Timur Tengah lainnya mempunya kemampuan Bahasa Arab yang bagus dan juga hafal Alquran. “Kita tidak mau lagi ada yang terjun bebas dan kemudian mengalami banyak masalah di Mesir,” tandasnya. (fm/kemenag)

PILIHAN REDAKSI