Dikritik berfoto dengan Presiden Erdogan, Mesut Ozil pilih mundur dari timnas Jerman

BERLIN (UMMAT Pos) — Pesepakbola tim nasional Jerman Mesut Ozil mengumumkan pengunduran dirinya dari timnas negara itu tak lama setelah ia mendapat kritikan pedas terkait keputusannya berpose bersama Presiden kharismatik Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Ozil sempat membela keputusannya untuk berpose bersama Presiden Erdogan, bahkan ia kemudian mengunggah pernyataan panjang yang ditujukan pada Asosiasi Sepak Bola Jerman yang dinilai “rasis” dan “tidak menghormati”.

“Teman saya Lukas Podolski dan Miroslav Klose tidak pernah disebut sebagai orang Jerman-Polandia, jadi mengapa saya disebut orang Jerman-Turki? Apakah ini karena Turki? Apakah karena saya seorang Muslim?” tanya Ozil.

Meski demikian, dikatakannya keputusannya untuk tidak lagi membela Jerman amat berat.

Ozil sendiri berasal dari keluarga keturunan Turki.

Jerman kritis terhadap Turki

Di mata sejumlah politikus Jerman, aksi Ozil seakan-akan memberikan dukungan kepada parpol pimpinan Erdogan. Kritikan juga dilontarkan oleh Asosiasi Sepak Bola Jerman.

Di samping itu, selama ini pemerintah Jerman bersikap kritis terhadap kampanye Erdogan untuk menarik dukungan dari kalangan keturunan Turki yang bermukim di negara-negara Eropa.

Lewat Twitter, Mesut Ozil menjelaskan bahwa jika ia menolak bertemu dengan Presiden Erdogan maka ia tidak menghormati para leluhurnya dari Turki.

“Saya mempunyai dua hati, satu Jerman dan satu lagi Turki,” cuitnya pada Ahad (22/07).

“Tindakan itu menyangkut saya yang mewakili lembaga tertinggi dari negara keluarga saya.

“Di masa kanak-kanak, ibu saya mendidik saya untuk senantiasa hormat dan tidak pernah melupakan asal usul saya, dan nilai-nilai itu masih saya pegang sampai sekarang, ” tandas pemain Arsenal tersebut.

Yang juga hadir dalam acara amal di London itu adalah pemain Manchester City, Ilkay Gundogan, yang juga pemain Jerman dari keluarga Turki. Hadir juga pemain Everton, Cenk Tosun.

“Bagi saya, tidak menjadi masalah siapa yang menjadi presiden, yang penting adalah sang presiden,” ujar Ozil.

Ditambahkannya ia akan menunjukkan penghormatan yang sama baik itu kepada presiden Turki maupun presiden Jerman.[fm/bbc/aa]

PILIHAN REDAKSI