Media Inggris, The Guardian Ungkap Buzzer Ahok yang Digaji Rp4 Juta Per Bulan

JAKARTA (UMMAT Pos) — Situs berita online terbesar di Inggris yang memiliki cabang di Amerika Serikat dan Australia, The Guardian mempublikasi sebuah berita, terkait permainan buzzer media sosial Twitter di Indonesia.

Dalam hal ini, situs tersebut mewawancarai seorang buzzer yang dibayar untuk ‘mengamankan’ bahkan ‘menyerang’ balik pengguna Twitter yang tidak suka pada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sebelum dan saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Dalam artikel yang ditulis oleh Kate Lamb dari Jakarta, dirinya mewawancarai pria yang namanya ia samarkan, Alex di sebuah kafe di Jakarta.

Berdasarkan pengakuan Alex pada Kate, ia diminta membuat masing-masing lima akun Facebook dan Twitter, serta satu akun Instagram palsu, yang tujuannya untuk ‘perang’ dan menyerang lawan-lawan politik Ahok.

Selain itu, Alex mengaku dibayar 280 USD per bulan. Menurut pengakuannya ia bekerja dari sebuah rumah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam berita berjudul “I felt disgusted: inside Indonesia’s fake Twitter account factories” itu, ditulis juga bila Alex diminta untuk merahasiakan pekerjaannya tersebut. Mereka, menurut Alex dalam artikel tersebut, juga meminta jika waktunya perang maka ia dan buzzer lainnya harus menjaga medan perang.

Tak sungkan-sungkan, Alex mengakui jika dia harus perang kata-kata di media sosial melawan buzzer milik Agus Harimurti Yudhoyono serta Anies Rasyid Baswedan.

Menurut pengakuan Alex, operasi pengamanan dan penyerangan telah dikoordinasikan melalui grup messenger WhatsApp. Dalam grup itu, Alex mengatakan ada sekitar 80 anggota yang tergabung.

Dalam grup itu, isu atau konten yang harus dimainkan telah disiapkan. Termasuk membuat hastag harian untuk dipromosikan.

Bukan hanya itu, akun-akun anonim buatan Alex dan buzzer lainnya, diminta untuk menggunakan gambar atau foto agar tidak terlihat anonim. Dia pun diminta menggunakan akun cewek-cewek cantik agar dapat menarik perhatian saat menyebarkan materi atau isu yang sedang dimainkan sesuai pesanan.

Kendati demikian, Alex mengkau jijik dengan dirinya lantaran menjalankan pekerjaan sebagai buzzer Twitter. “But sometimes I felt disgusted with myself,” tulis The Guardian mengutip ucapan Alex.

Alex menjadi bagian dari sekitar 20 orang buzzer atau pasukan rahasia dunia maya yang bertugas menyebar pesan melalui akun media sosial palsu untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta Petahana, Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok, untuk dipilih kembali.

Alex mengaku dibayar sekitar US$280 (sekitar Rp4 juta) per bulan, dan diduga bekerja di sebuah rumah mewah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Mereka masing-masing diberitahu untuk mengirim 60 hingga 120 berita sehari di akun Twitter palsu mereka, dan beberapa kali setiap hari di Facebook.

Sumber:

https://www.theguardian.com/world/2018/jul/23/indonesias-fake-twitter-account-factories-jakarta-politic?CMP=Share_iOSApp_Other