PM Israel Balas Kecaman Erdogan yang Samakan Langkah Zionis dengan Obsesi Hiter

YERUSALEM (UMMAT Pos) — Perdana Menteri Israel menolak komentar presiden Turki yang menyindir Israel sebagai “negara paling fasis dan paling rasis” di dunia. Sebaliknya, Netanyahu menuduh Recep Tayyip Erdogan “membinasakan warga Suriah dan Kurdi”.

Netanyahu, lewat tweet mengatakan di bawah kekuasaan Erdogan, Turki mengalami masa “kediktatoran kelam”. Pernyataan ini dilontarkan setelah Erdogan menyamakan kebiadaban pemimpin Zionis ini dengan Hitler.

“Turki di bawah Erdogan menjadi kediktatoran kelam, sementara Israel berusaha mempertahankan kesamaan hak bagi semua warganya, sebelum dan sesudah hukum (nasional)”.

Ini bukanlah untuk pertama kalinya Erdogan melancarkan serangan kata-kata terhadap Israel. Permulaan tahun ini, Erdogan menyatakan Netanyahu sebagai seorang “pelaku pendudukan” dan “seorang teroris”.

Netanyahu menjawab dengan mengatakan Israel “tidak akan digurui terkait dengan moralitas oleh seseorang yang selama bertahun-tahun membom warga sipil tanpa pandang bulu”.

Hubungan kedua negara menegang akhir-akhir ini.

Meskipun sebelumnya sempat menjadi sekutu dekat, Turki memutus hubungan diplomatik dengan Israel pada tahun 2010 setelah 10 pegiat pro-Palestina Turki terbunuh dalam bentrokan dengan komando Israel yang memasuki kapal milik Turki, Mavi Marmara, yang berusaha menembus blokade laut di Jalur Gaza.

Hubungan keduanya sempat membaik pada tahun 2016, tetapi kedua negara lalu menarik diplomat senior masing-masing pada bulan Mei tahun ini setelah pertikaian terkait pembunuhan Israel atas warga Palestina di tengah-tengah unjuk rasa yang terjadi di perbatasan Gaza-Israel.

Kelompok hak asasi manusia menuduh pasukan Israel menggunakan kekerasan yang berlebihan.

Israel menyatakan mereka menembak hanya untuk membela diri atau terhadap warga Palestina yang berusaha menyusup ke wilayahnya dengan menggunakan demonstrasi sebagai kedok untuk melakukan penyerangan.

Dalam sebuah pidato kepada partainya AKP yang kental nilai Islaminya, Erdogan dengan tajam mengkritik hukum kontroversial yang diloloskan Israel pekan lalu yang menggolongkan negara itu sebagai negara Yahudi.

“Langkah ini memperlihatkan, tanpa sedikitpun keraguan, bahwa Israel adalah negara paling Zionis, fasis dan rasis di dunia,” kata Erdogan.

“Tidak ada perbedaan antara obsesi Hitler terhadap ras Arya dengan pemahaman Israel bahwa tanah kuno ini hanyalah untuk warga Yahudi.

“Semangat Hitler, yang menyebabkan terjadinya bencana besar dunia, bangkit kembali di antara sebagian pemimpin Israel,” dia menambahkan.

Israel memandang perbandingan dengan rezim Nazi, yang membunuh enam juta warga Yahudi di Eropa saat Holokos, sebagai suatu ejekan yang mengerikan.[fm]

PILIHAN REDAKSI