Pendeta AS yang dituduh dukung Fethullah Gulen, dipindahkan ke tahanan rumah

ANKARA (UMMAT Pos) — Pengadilan kota Izmir memutuskan seorang pendeta asal Amerika Serikat yang telah mendekam selama dua tahun penjara di Turki, dipindahkan menjadi tahanan rumah sampai persidangannya dimulai.

Mengutip laporan BBC, Andrew Bruson ditahan pada Oktober 2016 setelah dituduh membantu sebuah organisasi pimpinan Fethullah Gulen—pria yang dituding berupaya melancarkan kudeta terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Pengadilan memutuskan bahwa Brunson harus keluar dari penjara setelah meringkuk di sel selama dua tahun atas alasan kesehatan.

Akan tetapi, pendeta Kristen Protestan di Gereja Kebangkitan Izmir itu tidak bebas begitu saja.

Menurut pengacara Brunson, Cem Halavurt, kliennya ditempatkan sebagai tahanan rumah dan harus memakai perangkat elektronik pada pergelangan kaki sehingga aparat bisa terus memantaunya.

Brunson yang berusia 50 tahun itu telah tinggal di Turki selama lebih dari 20 tahun.Warga North Carolina itu bekerja sebagai pastor yang melayani jemaat di Kota Izmir, di bagian barat Turki, dekat dengan Kota Aliaga, di mana ia sekarang diadili.

Saat ditangkap, dia menjadi salah satu dari 50.000 orang yang dituduh terlibat dalam upaya kudeta.

Media di Turki melaporkan bahwa hampir semua bukti mengenai dugaan keterlibatan Brunson telah dikumpulkan.

Brunson juga dituduh membantu PKK, kelompok pemberontak Kurdi yang dilarang.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menyambut baik dikeluarkannya Brunson dari penjara. Namun, sebagaimana dicuitakannya di Twitter, langkah itu “tidak cukup” mengingat “tiada bukti kredibel” terhadap Brunson.

Kasus penahanan Brunson mengakibatkan hubungan AS-Turki semakin tegang.

Sebelumnya, AS sudah dibuat jengkel oleh keputusan Turki membeli rudal-rudal antipesawat buatan Rusia.

Di sisi lain, Presiden Erdogan berang karena AS menyokong pasukan Kurdi dalam konflik Suriah sekaligus menolak mengekstradisi Fethullah Gulen yang bermukim di Pennsylvania.[fm/bbc/voa]