Incar sektor penginapan dan Katering, BPKH Targetkan Investasi di Arab Saudi tahun depan

JAKARTA (UMMAT Pos) — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menargetkan bisa memulai investasi di Arab Saudi tahun depan. Investasi ini dilakukan demi meningkatkan pendapatan BPKH atas mata uang asing (valas).

BPKH mengaku mengincar investasi di bidang penginapan dan katering. “Ini baru penjajakan, buat tahun depan. Kami mau berangkat untuk mengkaji kemungkinan investasi tersebut,” ujar Kepala BPKH Anggito Abimanyu, Rabu (25/7).

Lebih lanjut, Anggito seperti dikutip Kontan.co.id menjelaskan bahwa pihak BPKH menjajaki investasi untuk penginapan dan katering berkapasitas 50.000 jamaah haji. Jumlah itu masih belum mencukupi, sebab saat ini kapasitas jamaah haji Indonesia, diungkapkan Anggito, mencapai 240.000 jamaah per tahun.

Selain di Arab Saudi, BPKH juga telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk Pembiayaan Investasi Non APBN (PINA).

Anggito mengatakan proyek yang akan dibiayai dari dana BPKH nantinya akan dipilihkan oleh PINA. “Sekarang belum ada penawaran dan kami sedang menunggu,” terang Anggito.

Investasi-investasi itu nantinya akan dibiayai dari aset BPKH yang per 30 Juni 2018 kemarin mencapai Rp 113 triliun. Dana tersebut secara keseluruhan, dapat digunakan untuk investasi.

Namun, menurut Anggito, BPKH hanya akan menyisihkan 50% dari dana yang dikelola tersebut untuk investasi. Investasi bisa dilakukan secara langsung maupun dengan skema surat berharga.

Agar investasi bisa berjalan baik dan menguntungkan bagi jamaah, BPKH berencana menggaet manajer investasi untuk mengelola asetnya. Sebanyak 15 manajer investasi telah diseleksi untuk ikut mengelola investasi tersebut.

Manajer investasi hasil seleksi sebagian besar adalah manajer investasi pelat merah atau BUMN, seperti Danareksa, Bahana, dan BNI Asset Management. BPKH diketahui telah memiliki portofolio Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 3 triliun.[fm]

PILIHAN REDAKSI