AS ancam beri sanksi Turki jika tak bebaskan pendeta Andrew Brunson

WASHINGTON (UMMAT Pos) — Wakil Presiden AS Mike Pence pada Rabu(25/7) mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Turki jika tidak membebaskan pendeta AS Andrew Branson, yang ditahan atas tuduhan mendukung organisasi teroris.

Hal tersebut disampaikan Pence dalam sebuah pidato di akhir konferensi tiga hari tentang kebebasan beragama. Ditambahkan Pence bahwa negaranya akan memberlakukan sanksi terhadap Turki jika pendeta itu tidak dibebaskan.

Washington telah mengajukan banding terhadap keputusan pengadilan Turki untuk menempatkan pendeta Amerika Serikat, Andrew Brunson dalam tahanan rumah setelah dia dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan Turki atas tuduhan spionase dan terorisme.

“Kami mendengar pengumuman yang kami nantikan tentang pengalihan pendeta dari penjara ke tahanan rumah di Turki, tetapi ini tidak cukup,” kata Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, yang mengatakan dalam Twitter-nya.

Pompio menambahkan bahwa pemerintah tidak melihat “bukti yang kredibel terhadap Brunson, dan kami menyerukan kepada pemerintah Turki untuk menyelesaikan masalah ini segera dengan cara yang transparan dan adil.”

Pengadilan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusan untuk memberlakukan tahanan rumah bagi Berson, diputuskan setelah mempertimbangkan masalah-masalah kesehatan yang diderita.

Pada tanggal 18 Juli, pengadilan memutuskan untuk memperpanjang penahanan Brunson, tetapi pengacaranya, Ismail Cem Halavurt, berkeberatan atas keputusan itu karena kondisi kesehatannya yang buruk.

Setelah mempertimbangkan keberatan pihak pembela, pengadilan memutuskan untuk memberlakukan tahanan rumah daripada hukuman penjara, asalkan Brunson tidak meninggalkan rumahnya di Izmir atau bepergian ke luar Turki, dan akan menaruh gelang elektronik di pergelangan tangannya untuk memantau gerakannya.

Pada 9 Desember 2016, Brunson ditangkap di Kepulauan Princess di Istanbul atas tuduhan melakukan kejahatan atas nama kedua organisasi teroris, Gulen dan PKK.

Sumber: www.turkpress.co

Penerjemah: Saifullah Abubakar

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI