Gambar Netanyahu Serupa Babi, Kartunis Israel Ini Dipecat

JAKARTA (UMMAT Pos) — Pimpinan perusahaan media Israel, Jerusalem Report, memecat salah satu kartunisnya, Avi Katz, setelah mengilustrasikan gambar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai babi dalam satir politik bertema novel George Orwell “Animal Farm”.

Mengutip laporan Cable News Network yang mengabarkan bahwa Katz dipecat setelah membuat sketsa Netanyahu tengah berswafoto bersama sejumlah anggota partai sayap kanannya, Likud.

Dalam gambar tersebut, Katz mengubah wajah Netanyahu dan para anggota partai Likud lainnya menjadi kepala babi.

Sontak, karya Katz tersebut mengundang kecaman hingga amarah dari publik Israel, terutama dari pendukung Netanyahu. Sebab, di Israel, kepala babi dianggap menggambarkan keburukan.

Selain itu, hukum agama Yahudi juga melarang umatnya memakan daging binatang tersebut.

Demi memperjelas referensi buku Orwell dalam karyanya, Katz menuliskan sebuah caption dalam gambarnya tersebut yang berbunyi, “Semua hewan adalah setara, tapi beberapa dari mereka lebih setara dibandingkan yang lain.”

Pernyataan Katz itu menggaungkan pesan utama Orwell dalam novelnya yang ingin menceritakan kisah seorang pemimpin babi revolusioner yang berhasil menggulingkan seorang manusia, majikannya.

Dalam cerita Orwell, babi itu kemudian mulai menindas sesama hewan ternak milik sang majikan.

Satir politik itu dibuat Katz menyusul perdebatan publik mengenai Undang-Undang Negara Yahudi yang baru-baru ini disahkan parlemen Israel.

UU kontroversial itu dianggap mendiskriminasi warga Israel yang bukan keturunan Yahudi.

Melalui pernyataan, Jerusalem Post mengatakan karya terbaru Katz sangat ofensif dan tidak bisa ditoleransi lagi.

“Karena itu diputuskan untuk berhenti menerbitkan kartun-kartun ini setelah karya-karya sebelumnya juga memicu amarah dalam beberapa bulan terakhir,” kata majalah tersebut seperti dikutip AFP.

“Sebuah kartun yang menyamakan pemimpin Israel sebagai seorang babi menimbulkan bahaya dan berpotensi menghasut. Karya seperti itu tak punya tempat di majalah kami.”

Sejumlah penganjur kebebasan pers di Israel mengecam pemecatan Katz dengan mengatakan bahwa karya tersebut telah disetujui untuk diterbitkan oleh editor Jerusalem Report. Karya Katz tersebut juga dikabarkan masih terpampang di situs majalah itu pada Kamis (26/7) kemarin.[fm/cnn]