Komisi Politik Ijtima Ulama GNPF Hasilkan Kriteria Pemimpin Nasional dan Pejabat Publik

JAKARTA (UMMAT Pos) — Empat komisi terbentuk dalam rangkaian acara Ijtima’ Ulama yang digelar sejak Jumat di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta. Keempat komisi tersebut adalah Komisi Politik, Komisi Ekonomi, Komisi Dakwah, dan Komisi Kelembagaan.

Keempat Komisi tersebut dirancang dan disetujui oleh 900 peserta Ijtima’Ulama dalam rapat pleno perdana yang digelar tadi pagi jam 08.00 WIB sampai jam 10.00 WIB.

Wakil Ketua Steering Committee Ijtima’ Ulama, Dani Anwar mengungkapkan dari keempat komisi, baru Komisi Politik yang sudah menghasilkan keputusan dari keempat keputusan yang direncanakan dalam rapat pleno.

“Dari sidang keempat komisi yang dimulai sejak jam 10 sampai jam 12 tadi, 3 komisi yang kita perkirakan berjalan dengan lancar, ternyata juga terjadi dinamika yang luarbiasa. Tetapi dari catatan kami sebagai SC, ternyata jumlah peserta yang bergabung dalam komisi politik sampai 140 orang ini sangat luar biasa jumlahnya dibanding yang bersidang di komisi lain. Menariknya, dari komisi politik yang dinamikanya luar biasa, sudah dihasilkan satu keputusan sementara komisi dakwah, ekonomi, dan kelembagaan belum ada keputusan,” ungkap Dani ditemui di Hotel Peninsula, Sabtu (28/07/2018).

Keputusan yang sudah dibuat komisi Politik sebut Dani adalah tentang Kriteria Ideal Pemimpin Nasional dan pejabat publik.

“Mengenai kriteria ideal calon pemimpin dan pejabat publik yang akan dipilih oleh Ummat, yang pertama adalah Beriman kepada Allah, kedua, Memiliki Ilmu dan kompetensi menyelenggarakan negara dan konsisten terhadap Undang-undang 1945,” ungkapnya.

Ketiga, Sehat jasmani rohani. Keempat, Memiliki Keberpihakan terhadap pribumi dan umat islam. Kelima, Mampu menjaga kedaulatan negara dan mampu melindungi segenap bangsa dari intervensi dan kendali negara dan pihak asing serta bebas dari komunisme, liberalisme, sosialisme, kapitalisme, dan aliran sesat.

“Keputusan itu Sudah disepakati di komisi politik. Selain itu, ada juga Kriteria khusus yang disetujui. Yaitu, pertama, Muslim yang taat ibadah dalam arti luas. Kedua, Memiliki sifat dan atau karakter jujur, terpercaya, cerdas dan tabligh,” ungkapnya.

Ketiga, Memahami substansi pembukaan UUD 1945, sesuai khittoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. Keempat, memiliki Kemampuan manajerial kemimpinan. Kelima, memiliki Keberpihakan dan pembelaan terhadap kepentingan Islam.

“Rapat sidang komisi fatwa dipimpin oleh Steering Committee KH Zaitun Rasmin dan KH Abdurrasyid Syafii. Serta tiga anggota komisi fatwa yaitu M ridwan Jalil, Fadhlan Garamatan, dan Tumpak Panggabean,” ungkapnya.

Pemilihan anggota komisi fatwa yang terpilih menjadi pemimpin sidang, sebut Dani melalui musyawarah 140 peserta komisi fatwa.

Laporan: Abdullah Jundi

Editor:Faisal

PILIHAN REDAKSI