GNPF Ulama: Bisa saja dalam ijtima’ ulama ini muncul 2 calon pemimpin negeri

JAKARTA (UMMAT Pos) — Wakil Ketua Steering Committee (SC) Ijtima’ Ulama dan Tokoh Nasional, Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin mengungkapkan secara tegas bahwa Ijtima’ Ulama ini tidak secara langsung menentukan nama-nama yang akan dijagokan dalam pemilihan presiden tahun 2019.

“Tidak ada secara langsung untuk penentuan, mungkin pada fondasi nama-nama, tapi mungkin kriterianya (untuk jadi calon presiden dan wakilnya) apa saja,” ungkapnya di Lobby hotel Peninsula, Jakarta Pusat, Sabtu (28/07/2018).

“Terlebih lagi, (dengan adanya Ijtima’ Ulama) bagaimana koalisi ummat terbentuk,” tegas Ketua Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara ini.

Sidang komisi politik disebutkan akan membahas kriteria apa saja yang pantas menjadi pemimpin. Ustaz Zaitun menyebutkan diantaranya adalah Beriman kepada Allah, punya komitmen dengan Undang-undang dasar 1945, dan juga berpihak kepada rakyat dan pribumi.

BACA JUGA: Komisi Politik Ijtima Ulama GNPF Hasilkan Kriteria Ideal Pemimpin Nasional Dan Pejabat Publik

Sementara itu, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) sekaligus ketua penyelenggara Ijtima’ Ulama, Yusuf Muhammad Martak menyebutkan bahwa GNPF dengan adanya Ijtima’ ini hanya bertindak sebagai fasilitator.

“Kami tidak mengarahkan salah satu calonpun sebagai Capres,” jelasnya.

Selain itu katanya memang sejak tadi malam dimulainya perhelatan Ijtima’ ulama ini belum ada yang mendeklarasikan diri sebagai calon Presiden.

Yusuf mengungkapkan bisa saja dalam ijtima’ ulama ini akan muncul 2 calon pemimpin negeri. “Namun kami harus mengedepankan cita dan realita dalam kepemimpinan ini,” paparnya.

GNPF Ulama mengundang beberapa partai yang memang sudah ada kesamaan visi dan misi serta kedekatan dengan Ulama. Yusuf menjelaskan bahwa pagi tadi jam 08.00 sidang komisi baru dimulai. Terdiri dari Komisi Politik, Ekonomi, Dakwah, dan Kelembagaan.

Laporan: Abdullah Jundi

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI