AS siap dialog dengan Iran, tanpa syarat

WASHINGTON (UMMAT Pos) — Presiden AS Donald Trump telah menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan pejabat Iran kapan saja mereka inginkan tanpa syarat.

Ini dikatakannya saat konferensi pers yang diadakan oleh Trump dengan Perdana Menteri Italia Joseppe Conte di Gedung Putih pada hari Senin(30/7)

“Saya percaya pada perundingan, terutama yang berkaitan dengan perang,” kata Trump, sebagai tanggapan terhadap pertanyaan tentang kesiapannya untuk bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani. “Tidak ada yang salah untuk bertemu.”

Dalam pidatonya, Trump mengacu pada pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Rusia Vladimir Putin di samping pertemuan puncaknya dengan NATO, meskipun ada perbedaan antara dia dan mereka.

“Saya mengadakan pertemuan hebat dengan Korea Utara (12 Juni di Singapura) dan kami melihat sejumlah hal baik terjadi,” kata Trump.

“Saya juga mengadakan pertemuan besar dengan presiden Rusia (awal Juli di Finlandia) tentang masa depan, keamanan, pembangunan ekonomi dan perlindungan Israel. Saya juga memiliki pertemuan yang hebat dengan NATO,” katanya.

Pada tanggal 8 Mei lalu, Trump mengumumkan penarikan dirinya dan Amerika dari perjanjian perdamian dengan Iran terhadap produksi senjata pembunuh masal dengan imbalan dicabutnya sanksi.

Namun, Uni Eropa dan negara-negara Eropa lainnya, terutama Prancis dan Inggris, menolak untuk menarik dan menyatakan komitmen mereka yang berkelanjutan terhadap perjanjian tersebut.

Mengenai dialog dengan Iran, Trump mengatakan, “Saya siap untuk bertemu dengan pejabat Iran jika mereka siap untuk itu, tapi saya tidak berpikir mereka siap mengingat apa yang terjadi di negara mereka.”

“Saya siap untuk bertemu dengan Iran kapan saja mereka inginkan, dan jika mereka ingin bertemu, saya siap tanpa syarat. Dialog bagus untuk negara, bagi kami dan bagi dunia,” katanya.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasimi membantah pada hari sebelumnya, kemungkinan adanya kontak atau pertemuan antara negaranya dan Amerika Serikat.

“Tidak mungkin untuk mengadakan pembicaraan antara kedua belah pihak, mengingat sikap” terus bermusuhan “Washington terhadap negaranya, katanya pada konferensi pers di Teheran.

Sumber: Anadolu Agency

Penerjemah: Saifullah Abubakar

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI