Diduga terkait ISIS, Kelompok JAD bentukan Aman Abdurrahman dibubarkan

JAKARTA (UMMAT Pos) — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dipimpin oleh Hakim Aris Buwono Langgeng menyatakan bahwa Jamaah Anshor Daulah dibekukan, dan dinyatakan terlarang untuk beroperasi di Indonesia.

“(Majelis Hakim) menetapkan untuk membekukan Jamaah Anshor Daulah atau JAD dan organisasi lainnya yang terafiliasi dengan ISIS (Islamic State in Iraq and Syria), DAESH (Al Dawla Al Sham), ISIL (Islamic State in Iraq and Levant), dan IS (Islamic State) sebagai korporasi terlarang di Indonesia,” kata Hakim Aris dalam amar putusannya, Selasa.

Di samping itu, Majelis Hakim PN Jakarta Selatan juga menyatakan JAD yang diwakili pengurusnya Zainal Anshori terbukti melakukan tindak pidana terorisme.

Alhasil, sesuai dengan tuntutan tim penuntut umum, Majelis Hakim PN Jakarta Selatan pun menjatuhkan tindak pidana denda sebesar Rp5 juta, dan biaya perkara sebesar Rp5 ribu.

Menurut ketua tim penuntut umum Heri Jerman, di kesempatan terpisah menjelaskan, nilai denda yang dikenakan tidak terlalu besar karena JAD tidak memiliki banyak aset.

“Sengaja kami (tim JPU) menuntut JAD denda lima juta rupiah, karena organisasi ini bergantung pada infak (pemberian sukarela) anggotanya,” kata Heri Jerman selepas mendengarkan nota pembelaan dari terdakwa di PN Jakarta Selatan, Jumat (27/7).

Sidang pembubaran Jamaah Anshor Daulah telah dimulai sejak Selasa (24/7) pekan lalu.

Dalam persidangan ini JAD diwakili oleh Zainal Anshori, ketua organisasi itu. Zainal mulai memimpin JAD setelah Marwan alias Abu Musa, ketua sebelumnya, berhijrah ke Suriah.

Keputusan hakim terhadap JAD didasarkan atas Pasal 17 ayat 1 dan ayat 2 Jo Pasal 6 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana telah ditetapkan menjadi Undang-undang Repubik Indonesia Nomor 15 Tahun 2003.

Berdasarkan dokumen persidangan, JAD dibentuk Aman Abdurrahman di Lapas Nusakambangan pada 2014. Aman sendiri telah divonis hukuman pidana mati oleh hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 22 Juni lalu.[fm]