Pengadilan Turki menantang AS dengan menolak pengajuan banding tahanannya

ANAKARA (UMMAT Pos) — Pengadilan Turki, pada Selasa (31/7) menolak untuk mencabut status tahanan rumah kepada seorang pendeta AS yang dituduh melakukan spionase dan “kegiatan teror”. Hal ini berdampak pada meningkatnya ketegangan antara Washington dan Ankara, setelah presiden AS mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Turki.

Jim Ellioret, pengacara pendeta Amerika Andrew Branson, yang ditangkap oleh permerintah Turki atas tuduhan berkonspirasi dengan kelompok teroris, memohon kepada pengadilan Turki untuk mencabut tahanan rumah, dan mengusulkan agar kliennya dapat meninggalkan wilayah Turki tiga hari sebelum sidang yang dijadwalkan.

Dalam konteks yang sama, juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, mengatakan pada hari Selasa (31/7) bahwa Turki “tidak dapat menerima ancaman apa pun terkait proses hukum yang sedang berjalan, dan dalam kasus kemungkinan sanksi AS, Turki akan merespon.”

Pendeta itu telah ditangkap di Turki sejak tahun 2016, dia bertugas di sebuah gereja Protestan di kota Izmir di bagian barat sebelum penangkapannya, jaksa Turki menuduh Branson menghubungi dua organisasi yang ditetapkan oleh Ankara sebagai teroris, Fathullah Gulen dan organisasi terlarang, PKK.

Sumber: www.turkpress.co

Penerjemah: Saifullah Abubakar

Editor: Faisal

PILIHAN REDAKSI