Jelang Pelaksanaan Wukuf di Arafah, Saudi Perketat Pengawasan Angkutan Haji

RIYADH (UMMAT Pos) — Direktorat Jenderal Imigrasi Arab Saudi (Jawazat) telah membentuk pasukan khusus yang bekerja 24 jam untuk menindak tegas di tempat jia ditemukan pengendara yang mengangkut jemaah calon haji (JCH) tanpa izin haji (tasrekh).

Mengutip harian Saudi Gazette dan Arab News yang terbit 30 Juli tersebut, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, mengingatkan masyarakat Indonesia yang berada di Arab Saudi agar memperhatikan secara serius peringatan itu.

Berikut penjelasan selengkapnya tentang sanksi yang akan dijatuhkan kepada pengendara yang kedapatan mengangkut calhaj tidak berizin.

Sanksi untuk pelanggaran pertama, yakni kurungan (hukuman penjara) 15 hari, ditambah 10 ribu riyal (Rp36 juta) untuk setiap penumpang yang diangkut serta kemungkinan kendaraan disita.

Ditambah lagi akan dideportasi dan dilarang masuk kembali ke Arab Saudi jika yang melanggar berwarga negara asing (mukimin/ekspatriat).

Bagi pelanggar untuk kedua kalinya akan diberlakukan kurungan selama 2 bulan penjara, ditambah 25 ribu riyal (Rp90 juta), untuk setiap penumpang yang diangkut serta kemungkinan kendaraan disita.

Pelanggar juga akan dideportasi dan dilarang masuk kembali ke Arab Saudi jika berwarga negara asing (mukimin/ekspatriat).

Bagi pelanggar untuk ketiga kalinya, maka pengendara akan dijatuhi kurungan selama 6 bulan penjara, denda 50 ribu riyal (Rp180 juta), untuk setiap penumpang yang diangkut, serta kemungkinan kendaraan disita.

Pelanggar juga dideportasi dan dilarang masuk kembali ke Arab Saudi jika berwarga negara asing (mukimin/ekspatriat).

Jawazat mengimbau masyarakat, baik warga Saudi atau warga negara asing yang bermukim di Arab Saudi, agar mematuhi ketentuan yang dikeluarkan instansi berwenang terkait pelaksanaan ibadah haji agar terhindar dari sanksi.

Jemaah yang datang dari luar negeri juga diingatkan agar segera meninggalkan Arab Saudi sebelum masa berlaku visanya habis.

Sumber: Antara