Koalisi Saudi bantah lakukan serangan yang menewaskan puluhan warga sipil

HODEIDAH, YAMAN  (UMMAT Pos) — Juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengatakan bahwa pihaknya tidak menggelar operasi militer apa pun di kota Hudaidah, Yaman, pada Kamis.

Sebaliknya, Juru bicara tersebut menuding kelompok pemberontak Al Houthi sebagai pelaku serangan yang menewaskan dan melukai puluhan orang di kota pelabuhan itu.

“Pihak koalisi tidak menggelar operasi militer apa pun di Hudaidah hari ini. Milisi Al Houthi adalah dalang pembunuhan warga sipil hari ini,” kata dia.

Sementara itu, sejumlah sumber medis mengatakan sebuah serangan udara menghantam pelabuhan ikan dan pasar ikan di Hudaidah hingga menewaskan 26 orang dan melukai 50 lagi pada Kamis.

“Pihak koalisi mematuhi aturan yang ketat dan transparan berdasarkan hukum internasional. Kami akan menyelidiki semua tudingan dan jika memang kami bertanggung jawab, kami akan menyatakannya dengan terbuka,” kata juru bicara koalisi, Kolonel Turki al-Malki, kepada stasiun televisi Al-Arabiya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan sejumlah negara lain Teluk kini berkoalisi untuk menghancurkan kelompok Al Houthi, yang mendapatkan dukungan dari Iran, selama tiga tahun terakhir.

Namun, Al Houthi sejauh ini masih bertahan dan menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, termasuk ibu kota negara itu, Sanaa.

Kabar tewasnya puluhan warga sipil itu muncul bersamaan dengan upaya PBB untuk membuat kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata.

Pelabuhan Hudaidah merupakan titik masuk utama bantuan internasional ke Yaman, tempat 8,4 juta warganya kini terancam kelaparan.

Pihak koalisi mengatakan pembebasan Hudaidah akan memotong jalur pasokan kepada Al Houthi dan memaksa mereka maju ke meja perundingan. Namun, mereka hingga kini masih gagal merebut kota itu sejak menggelar serangan militer pada 12 Juni.

Sumber: Al Arabiya

PILIHAN REDAKSI